Antisipasi Bencana di Tengah Pandemi
INDEX

BISNIS-27 450.793 (-2.26)   |   COMPOSITE 5144.05 (-15.82)   |   DBX 982.653 (2.46)   |   I-GRADE 141.194 (-0.62)   |   IDX30 430.883 (-2.17)   |   IDX80 114.327 (-0.59)   |   IDXBUMN20 295.098 (-2.05)   |   IDXG30 119.385 (-0.73)   |   IDXHIDIV20 382.257 (-1.97)   |   IDXQ30 125.574 (-0.78)   |   IDXSMC-COM 221.901 (-0.43)   |   IDXSMC-LIQ 259.068 (-1.66)   |   IDXV30 107.621 (-1.14)   |   INFOBANK15 842.759 (-2.22)   |   Investor33 376.322 (-1.83)   |   ISSI 151.265 (-0.8)   |   JII 550.5 (-4.84)   |   JII70 187.95 (-1.54)   |   KOMPAS100 1026.39 (-5.14)   |   LQ45 794.213 (-3.71)   |   MBX 1420.94 (-5.57)   |   MNC36 281.737 (-1.36)   |   PEFINDO25 284.937 (-1.16)   |   SMInfra18 242.709 (-2.12)   |   SRI-KEHATI 318.969 (-1.57)   |  

Antisipasi Bencana di Tengah Pandemi

Tajuk: Suara Pembaruan

Sabtu, 17 Oktober 2020 | 08:00 WIB

Ancaman lonjakan kasus terinfeksi Covid-19 belum berakhir. Sejumlah negara justru menghadapi potensi penyebaran virus corona gelombang kedua. Di daratan Eropa, sejumlah negara mulai meningkatkan kesiagaan menyusul kembali melonjaknya jumlah warga yang terpapar.

Prancis, misalnya, memberlakukan jam malam di delapan kota. Aktivitas warga kembali dibatasi untuk mencegah penyebaran Covid-19 di negara itu, yang per Jumat (18/10/2020) mencapai lebih 809.000 kasus positif. Pemberlakuan jam malam menyusul lonjakan kasus harian hingga 30.600, meningkat cukup signifikan dari 22.000 kasus pada hari sebelumnya.

Kembali melonjaknya kasus positif di Eropa, diperkirakan akibat tes yang semakin masif, sehingga lebih banyak kasus yang ditemukan. Namun, sejumlah kalangan menilai, hal itu juga terkait dengan faktor cuaca yang mulai memasuki musim dingin menjelang akhir tahun, sehingga mempercepat penularan.

Alarm ancaman lonjakan kasus Covid-19 juga mulai disuarakan di Indonesia. Satgas Penanganan Covid-19 telah mengingatkan perlunya meningkatkan kewaspadaan, sehubungan dengan mulai masuk musim penghujan. Selain itu, Indonesia juga menghadapi fenomena La Nina yang akan meningkatkan curah hujan hingga di atas normal, sehingga berpotensi menyebabkan bencana alam.

Terkait potensi bencana tersebut, Satgas telah mewanti-wanti agar tidak ada penambahan klaster baru apabila terjadi bencana akibat La Nina dan musim penghujan menjelang akhir tahun ini. Pemerintah daerah dan masyarakat diingatkan untuk mewaspadai musim hujan enam bulan ke depan.

Meskipun saat ini perkembangan kasus Covid-19 di Tanah Air mulai terkendali, namun pergantian cuaca saat ini harus benar-benar diwaspadai dan tidak bisa dianggap sepele. Meskipun masih terus diteliti dampak iklim terhadap pola penyebaran virus ini, tidak ada salahnya bila kita mendasarkan pada kajian awal bahwa Covid-19 berpotensi lebih cepat menular pada iklim non-tropis.

Kewaspadaan ini diperlukan, mengingat potensi bencana saat musim penghujan, apalagi disertai fenomena La Nina betapa nyata. Hampir setiap musim penghujan, selalu mendatangkan banjir dan tanah longsor. Bencana itu memaksa warga terdampak mengungsi. Situasi di tempat pengungsian dengan fasilitas seadanya, dikhawatirkan akan membuat protokol kesehatan tidak berjalan sebagaimana mestinya.

Lazimnya, pengungsi tinggal berdesak-desakan di lokasi pengungsian. Sudah menjadi rahasia umum, kondisi lingkungan di pengungsian kurang terjaga higienitasnya, seperti sanitasi yang buruk dan kurangnya air bersih. Dengan kondisi tersebut, virus corona dapat dengan cepat menyebar.

Untuk itulah, pemerintah daerah di semua tingkatan harus mulai menyusun kebijakan mitigasi kemungkinan bencana hidrometeorologi tersebut di tengah situasi pandemi. Tata kelola kedaruratan harus benar-benar disesuaikan dengan protokol kesehatan. Pemda perlu mulai mempersiapkan tempat pengungsian seandainya diperlukan, dan mengatur sedemikian rupa agar dalam kondisi layak dan bersih, sehingga mengurangi risiko penularan Covid-19 serta penyakit lainnya.

Di sisi lain, upaya pencegahan sejak dini juga harus dilakukan. Optimalisasi sungai, kanal, dan saluran air, serta tempat-tempat penampungan air, seperti waduk dan embung, perlu diidentifikasi. Tujuannya, mencegah bencana jangan terjadi.

Semua persiapan tersebut wajib dilakukan, mengingat Indonesia belum sepenuhnya mampu mengendalikan dan memperlambat penyebaran Covid-19. Penambahan kasus harian masih cukup tinggi, sehingga mengakselerasi jumlah kasus kumulatif yang telah mencapai lebih dari 350.000.

Tentu kita tidak berharap bencana alam terjadi. Namun, jika bencana datang, setidaknya kita telah menyiapkan diri sehingga tidak memperburuk pandemi Covid-19 di Tanah Air.


BAGIKAN




BERITA LAINNYA



TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS