Tegas Hadapi Pengganggu NKRI
INDEX

BISNIS-27 503.122 (7.61)   |   COMPOSITE 5724.74 (89.25)   |   DBX 1066.46 (9.81)   |   I-GRADE 166.255 (3.05)   |   IDX30 491.004 (8.8)   |   IDX80 129.735 (2.65)   |   IDXBUMN20 364.991 (9.26)   |   IDXG30 133.352 (2.1)   |   IDXHIDIV20 441.973 (8.53)   |   IDXQ30 143.512 (2.54)   |   IDXSMC-COM 247.38 (3.5)   |   IDXSMC-LIQ 301.054 (8.02)   |   IDXV30 127.096 (4)   |   INFOBANK15 976.214 (12.27)   |   Investor33 422.656 (6.59)   |   ISSI 167.54 (3)   |   JII 607.336 (12.69)   |   JII70 209.626 (4.39)   |   KOMPAS100 1162.4 (23.4)   |   LQ45 904.834 (17.52)   |   MBX 1587.29 (26.24)   |   MNC36 315.598 (5.98)   |   PEFINDO25 317.232 (4.1)   |   SMInfra18 287.626 (7.78)   |   SRI-KEHATI 361.444 (5.7)   |  

Tegas Hadapi Pengganggu NKRI

Tajuk: Suara Pembaruan

Sabtu, 21 November 2020 | 08:00 WIB

Pemerintah dan aparat keamanan mulai bersikap tegas terhadap tindakan kelompok yang dinilai mengganggu dan membahayakan eksistensi Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Tegaknya NKRI, serta Pancasila, UUD 1945, dan Bhinneka Tunggal Ika, yang merupakan 4 pilar kebangsaan yang diwariskan para pendiri bangsa, merupakan harga mati.

Sikap tegas tersebut mulai tampak dari langkah Pangdam Jaya Mayjen TNI Dudung Abdurachman, yang memerintahkan prajuritnya membersihkan baliho terkait Front Pembela Islam (FPI) dan Rizieq Syihab, yang bernada provokatif. Pangdam bahkan dengan terang-terangan menyatakan FPI sebaiknya dibubarkan jika dinilai masih bertindak yang mengancam persatuan dan kesatuan bangsa.

Penurunan baliho dan spanduk yang bernada provokatif pun didukung Kapolda Metro Jaya. Tak hanya di Jakarta, di sejumlah daerah aksi serupa juga dilakukan. Satpol PP Pemprov DKI Jakarta pun tak ketinggalan melakukan hal yang sama, dengan dalih penempatannya tidak sesuai ketentuan, sehingga yang menjadi target tidak hanya spanduk dan baliho FPI.

Pelanggaran protokol kesehatan untuk mencegah Covid-19 yang dilakukan oleh massa FPI selama sepekan kemarin, tampaknya menjadi pintu masuk aparat untuk melancarkan langkah tegasnya. Berawal dari penjemputan Rizieq Syihab di Bandara Soekarno-Hatta hingga berujung pada peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW bersamaan dengan pernikahan putri Rizieq akhir pekan lalu, melahirkan kerumunan massa FPI dan simpatisan dalam jumlah ribuan. Hal ini jelas-jelas melanggar protokol kesehatan, dan berpotensi menimbulkan megaklaster penyebaran Covid-19.

Kembalinya Rizieq Syihab ke Tanah Air, oleh sebagian kalangan, termasuk Pangdam Jaya, dinilai memunculkan kembali orasi-orasi yang bernada provokatif. Kalangan wakil rakyat pun mendukung aksi tegas, karena jika dibiarkan akan menjadi bibit pemecah belah bangsa Indonesia.

Sebelumnya, Panglima TNI juga telah mengingatkan adanya potensi ancaman yang memecah belah. Panglima menegaskan jangan sampai persatuan koyak oleh provokasi yang menonjolkan identitas tertentu.

Kita mengapresiasi langkah tegas pemerintah dan aparat terhadap siapa pun yang dinilai berpotensi mengganggu keutuhan NKRI. Tidak boleh ada ruang bagi siapa pun untuk menggugat fondasi bangsa yang telah digariskan oleh para pendiri Republik, serta telah menjadi kesepakatan nasional.

Hal yang utama dari antisipasi aparat keamanan adalah menjaga tetap tegaknya NKRI, Pancasila, Konstitusi, dan Bhinneka Tunggal Ika. Sebab, empat pilar tersebut yang selama ini dan akan terus menopang keutuhan bangsa Indonesia.

Empat pilar tersebut adalah harga mati yang tak bisa ditawar-tawar. Kewajiban Polri dan TNI mengawal keempat tetap tegak. Kewajiban kita pula sebagai bangsa Indonesia turut menjaganya dengan menjauhkan diri dari pemikiran dan tindakan yang melahirkan disintegrasi bangsa.

Kita juga mengapresiasi seruan dan ajakan sejumlah ormas keagamaan dan kelompok-kelompok dalam masyarakat, untuk menghindari tindakan yang mengoyak NKRI. Untuk itu, kita masih berharap semakin banyak ormas dan tokoh-tokoh agama, dan tokoh masyarakat, untuk mengampanyekan pentingnya sikap menahan diri, mengedepankan sikap toleransi, dan menjauhkan diri dari tindakan anarkistis yang sifatnya memaksakan kehendak, dan mengancam masa depan NKRI.

Dengan tindakan preventif tersebut, diharapkan akan semakin menyadarkan masyarakat untuk berpikir tentang kepentingan nasional di atas kepentingan golongannya. Dengan seruan tersebut, diharapkan dapat mencegah kelompok-kelompok masyarakat terjebak dalam provokasi pihak-pihak yang mengusung agenda tertentu. Menjaga keutuhan NKRI adalah tanggung jawab kita semua, di mana Polri dan TNI berada di garis depan dalam menghadapi ancaman dari dalam dan luar.


BAGIKAN




BERITA LAINNYA



TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS