Kemenpora Ajak Anak Muda Kembangkan Jiwa Kewirausahaan

Kemenpora Ajak Anak Muda Kembangkan Jiwa Kewirausahaan
Deputi Bidang Pengembangan Pemuda Kemenpora, Asrorun Ni'am Sholeh memberikan Kuliah Kewirausahaan Pemuda 2019: Kerjasama Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) dengan Universitas Prof Dr Moestopo (Beragama) di Kampus 2 FKG Bintaro Jakarta, 27 Juni 2019. ( Foto: Beritasatu / Hendro Situmorang )
Hendro D Situmorang / HA Jumat, 28 Juni 2019 | 06:57 WIB

Jakarta, Beritasatu.com – Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) mengajak anak-anak muda khususnya yang masih duduk di bangku kuliah untuk mengembangkan jiwa kewirausahaan sejak awal guna melatih kreativitas dan inovasi dalam suatu karya.

Hal itu menjadi inti dari Kuliah Kewirausahaan Pemuda 2019: Kerjasama Kemenpora dengan Universitas Prof. Dr. Moestopo (Beragama) di Kampus 2 Fakultas Kedokteran Gigi (FKG) Bintaro Jakarta, Kamis (27/6/2019). Dalam hal ini Fakultas Ekonomi dan Bisnis bekerja sama dengan Deputi Pengembangan Pemuda Kemenpora, Asrorun Ni'am Sholeh yang menekankan kemandirian bangsa dibangun oleh wirausaha.

Menurut Asrorun dalam membangun jiwa kewirausahaan di dunia nyata, ada baiknya para mahasiswa itu bisa mengenali dan membangun potensi enterpreneur yang dimiliki seseorang sejak awal. Diakui bahwa setiap manusia terlahir memiliki bakat dan keunikan, tapi tidak semua anak muda mampu mengaktualkan potensinya.

“Di sinilah peran kami Kemenpora untuk mengaktualkan potensi itu melalui kuliah kewirausahaan ini secara besar-besaran yang bekerja sama dengan beberapa kampus ternama di Indonesia. Setelah minat dan bakat itu tumbuh, diharapkan mereka berani memulai wirausaha dengan kekuatan yang dimiliki,” ujar dia di hadapan para mahasiswa dan dosen.

Jiwa wirausaha bisa muncul dari berbagai disiplin ilmu baik itu sosial, politik, hukum, tehnik, ekonomi dan lainnya. Tentunya dipadu dengan jiwa kewirausahaan dan ditandai kreativitas, inovasi, kolaborasi, team work dan integritas, maka mereka sudah mandiri dari sisi potensi yang berani memulai, ujarnya.

Ketika lembaga usaha dan orang lain belum percaya, lanjutnya, maka pemerintah melalui Kemenpora hadir membantu memberikan bantuan permodalan dan dukungan, dan setelah itu dijembatani dengan lembaga permodalan, lalu penghargaan agar lebih besar tumbuhnya lebih berjejaring dengan lembaga-lembaga usaha yang sudah mapan agar bisa lebih maju.

“Di Kampus Prof Dr Moestopo (Beragama) ini sudah memiliki komitmen yang memberi dukungan bagi mahasiswanya dengan menciptakan iklim yang kondusif untuk mengembangkan jiwa kewirausahaan. Dengan disiplin ilmu yang mayoritas Fakultas Ekonomi dan Bisnis, hal ini relevan dan linier. Saya kira ini jadi salah satu daya dukung. Secara umum kita punya optimisme bahwa Indonesia ke depan akan menjadi kuat dengan anak-anak muda yang kreatif inovatif di jiwa kewirausahaannya,” ungkap Asrorun.

Asdep Kewirausahaan Pemuda Kemenpora, Imam Gunawan menambahkan generasi muda sekarang mau maju dengan ingin menjadi seorang pengusaha dengan belajar kewirausahaan. Bibit wirausaha di kampus Moestopo ini sudah terlihat dan berani tampil di depan menampilkan karyanya.

“Sudah ada 10 orang yang sudah memulai usaha meski dari berbagai disiplin ilmu mampu menunjukkan tingkat wirausaha dan tetap berusaha meningkatkan kapasitasnya. Hal ini tentu menjadi sesuatu kekuatan baru keinginan semangat belajar guna mengembangkan lagi agar bisa lebih sukses ke depannya,” jelasnya.

“Harapan saya manfaatkanlah segala macam kemudahan yang sudah saat ini seperti infrastruktur dan segala fasilitas yang tersedia di sekitar kita mulai dari sisi IT, kebijakan, pemihakan berbagai lembaga swasta,sosial dan lainnya. Kalau kesempatan ini tidak dimanfaatkan, kita akan sangat rugi,” tambahnya.

Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Prof Dr. Moestopo (Beragama), Parluhutan Tado Sianturi menyatakan menyambut kerja sama yang sangat baik ini karena membuktikan potensi generasi anak muda di bidang wirausaha itu memang ada. Kehadiran pemerintah membantu usaha kecil khususnya bibit wirausaha diharapkan bisa mengembangkannya menjadi lebih besar lagi, karena sektor UKM berawal dari bibit terlebih dahulu.

“Tadi terlihat bagaimana secara spontan ada beberapa mahasiswa yang ternyata menghasilkan wirausaha kecil. Bila ini terus dijaga dan dikembangkan akan sangat baik dan bisa menularkan ke kawannya. Kami berharap di tahun ini bisa tercipta 10-20 wirausaha muda, bahkan kalau perlu sebelum mereka menyandang gelar sarjananya. Kalau pemuda-pemudi sisi keterampilannya di semua bidang ini terus diasah dengan kreativitas dan inovasi, akan sangat bermafaat bagi generasi muda kita,” ungkapnya.

Parluhutan menjelaskan Kampus Moestopo (Beragama) memang sudah memiliki inkubator bisnis, tetapi perlu adanya tambahan “amunisi” dari instansi terkait karena hanya mengandalkan universitas dan fakultas yang sebatas teori saja. Perlu ada aksi yang berarti dan itu dilakukan dengan bermitra dengan Pemprov DKI Jakarta dan implementasi dengan tim Pusat Studi BUMN serta Kementerian Koperasi dan UKM sudah bergulir dengan mengundang para pakar untuk memberikan ilmu bagi mahasiswa agar wawasan ilmunya semakin terbuka.

“Harapan kami di tiga tahun pertama kerja sama dengan Kemenpora ini, diharapkan bisa menumbuhkan 20 orang bibit wirausaha muda. Kalau berhasil nantinya akan diperpanjang dan ini sebagai pembuka saja. Kami berharap yang mengambil peluang baik ini tidak hanya dari Faklutas Ekonomi dan Bisinis saja, karena potensi kewirausahaan bisa dari semua disiplin ilmu dan memberi nilai ekonomi,” tutup dia.



Sumber: Suara Pembaruan