Gelar Demo Day 2019, Mandiri Group Promosikan Startup Tekfin ke Investor Potensial

Gelar Demo Day 2019, Mandiri Group Promosikan Startup Tekfin ke Investor Potensial
Gelar Demo Day 2019, Mandiri Group Promosikan Startup Tekfin ke Investor Potensial
/ RIX Sabtu, 29 Juni 2019 | 11:52 WIB

Jakarta, 18 Juni 2019 – Bank Mandiri dan perusahaan anak di bidang modal ventura Mandiri Capital Indonesia (MCI) menyelenggarakan Startup demo day 2019 sebagai acara penutup sekaligus menjadi acara kelulusan bagi startup-startup bidang teknologi finansial (Tekfin) binaan MCI selama beberapa bulan terakhir. Pada kegiatan ini, lebih dari 50 potensial investor diundang untuk mendengarkan presentasi dari para peserta.

Melalui program pendampingan Mandiri Digital Incubator (Mandiri DigIn) dengan tagline #Let’sDigIn batch kedua ini, Mandiri Capital Indonesiamembina 11 startup tekfin dengan latar belakang yang beraneka ragam meliputi personal financial management,remittance, payment, dan lainnya. Sedangkan pada batch sebelumnya, peserta pelatihan sebanyak 12 startup tekfin.

Menurut Direktur Utama Mandiri Capital Indonesia Eddi Danusaputro,Mandiri DigIn digelar sebagai ajang penjaringan startup digital potensial untuk dibina agar dapat mengoptimalkan potensi dan peluang yang dimiliki masing-masing peserta. Salah satu caranya adalah dengan menghadirkan mentor-mentor berkompeten serta didukung oleh program pembinaan yang komprehensif dan inovatif menyesuaikan perkembangan dunia teknologi

“Hadir sebagai katalisator inovasi Mandiri Group, progam inkubator kali ini juga merupakan hal baru bagi kita (MCI) mengingat pada batch kedua ini kami juga menghadirkan synergy week, yang mempertemukan para startup dengan Mandiri Group. Tujuannya, untuk menganalisa peluang sinergi yang bisa dilakukan. Tentunya masih banyak pengembangan yang akan dilakukan sehingga kami berharap inkubator ini dapat menjadi platform atau sarana bagi Mandiri Group untuk terus berinovasi dan bereksperimen dalam menghadirkan solusi dan fitur keuangan terbaru yang akan mempermudah nasabah Mandiri Group,”ujar Eddi

Selain itu, Direktur Mandiri Capital Indonesia Hira Laksamana mengemukakan pada Demo Day kali ini MCI juga turut menghadirkan sesi diskusi panel dengan mengangkat tema transformasi digital yang bertujuan untuk mengajak peserta yang datang untuk dapat ikut serta menghadirkan inovasi-inovasi dan memulai transformasi digital kedalam perusahaanya masing-masing.

“Pada sesi diskusi ini, kami menghadirkan beberapa pembicara yang kompeten di ekosistem digital ini seperti pelaku usaha tekfin PrivyID dan Koinworks yang pernah mengikuti program pendampingan serta perwakilan regulator dari OJK,” katanya.

Mengusung tujuan awal untuk dapat menghadirkan inovasi dan digital solution kedalam Mandiri Group dan untuk membangun ekosistem digital di Indonesia, maka dengan berakhirnya keseluruhan rangkaian program inkubator yang ditutup dengan adanya Mandiri Digital Incubator Demo Day 2019, MCI berharap seluruh peserta yang telah mengikuti program pembinaan ini dapat menerapkan dan mengembangkan hasil pembinaan yang telah diterima.

Sementara itu VP Digital Banking Bank Mandiri BD Budi Prasetyo mengatakan, sektor perbankan sendiri telah siap memanfaatkan inovasi keuangan yang ditawarkan oleh startup tekfin sehingga nasabah dapat menikmati layanan perbankan secara lintas platform.

Saat ini, misalnya, Bank Mandiri telah mengadopsi teknologi Application Programming Interface (API) yang memungkinkan proses top up uang elektronik Mandiri e-money dapat dilakukan via platform e commerce, di samping platform konvensional yang sudah ada, yakni via ATM dan mobile banking.

"Dengan adanya inovasi digital ini, kita bisa berharap terciptanya efisiensi. Namun tentu saja inovasi ini harus bisa terukur risikonya, " katanya

Adapun Pendiri dan CEO PrivyID Marshall Pribadi mengungkapkan, pihaknya telah mengalami perkembangan bisnis yang relatif pesat sejak didirikan pada 2016 lalu. Saat ini, PrivyID dikenal sebagai salah satu pionir dalam industri regulatory tech di Indonesia dan penyelenggara sertifikasi tanda tangan elektronik pertama yang diakui oleh Kementerian Kominfo.

Hingga saat ini, PrivyID telah menjalin kerja sama dengan lebih dari 177 korporasi dan startup, serta telah memiliki pengguna sebanyak 3.9 juta orang, dengan jumlah pengguna individu yang bertambah sekitar 15 ribu pengguna baru setiap harinya. Bahkan pendapatan PrivyID dari tahun ke tahun meningkat sekitar 250 persen.

Terkait keamanan data pengguna, kini kami sudah terjamin secara regulasi hukum berdasarkan pada UU ITE, PP No.82, SE OJK 18 Tahun 2017, serta memiliki sertifikat ISO 27001 yang menjamin keamanan informasi.

“Kami pun telah bekerja sama dan terhubung langsung dengan Ditjen Dukcapil. Sistem kami juga secara reguler diaudit oleh KOMINFO. Dalam pengamanan sistem, PrivyID juga dibantu oleh Badan Sandi dan Siber Negara untuk semakin menjamin keamanan data pengguna PrivyID," tutup Marshall.

Tentang PT Bank Mandiri (Persero), Tbk.

Bank Mandiri merupakan salah satu bank terkemuka di Indonesia dengan layanan finansial kepada nasabah yang meliputi segmen usaha Corporate, Commercial, Micro & Business, Consumer Banking serta Treasury. Bank Mandiri pada saat ini bersinergi dengan beberapa perusahaan anak untuk mendukung bisnis utamanya yaitu: Mandiri Sekuritas (jasa dan layanan pasar modal), Bank Syariah Mandiri (perbankan syariah), Bank Mandiri Taspen/Mantap (Kredit UMKM), AXA-Mandiri Financial Services (asuransi jiwa), Mandiri InHealth (asuransi kesehatan), Mandiri AXA General Insurance (asuransi umum), Mandiri Tunas Finance (jasa pembiayaan), Mandiri Utama Finance (jasa pembiayaan), Mandiri International Remittance (remitansi), Mandiri Europe (treasury & financial institution), dan Mandiri Capital Indonesia (Pembiayaan modal ventura).

Hingga Maret 2019, jaringan Bank Mandiri telah tersebar di seluruh Indonesia yang meliputi 4.550 jaringan kantor, meliputi 2.629 cabang dan 1.921 jaringan mikro. Layanan distribusi Bank Mandiri juga dilengkapi dengan 18.291 unit ATM yang terhubung dalam jaringan ATM Link, ATM Bersama, ATM Prima dan Visa/Plus, Electronic Data Capture (EDC) serta jaringan e-banking yang meliputi Mandiri Online, SMS Banking dan Call Center 14.000.



Sumber: BeritaSatu.com