Perppu Larangan Koruptor Ikut Pilkada Harus Merujuk pada UU

Perppu Larangan Koruptor Ikut Pilkada Harus Merujuk pada UU
Perppu Larangan Koruptor Ikut Pilkada Harus Merujuk pada UU
Anselmus Bata / RIX Kamis, 1 Agustus 2019 | 23:22 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Wakil Ketua Komisi II DPR Herman Khaeron menanggapi usulan Komisi Pemilihan Umum (KPU) dan Bawaslu tentang peraturan pemerintah pengganti undang-undang (perppu) larangan mantan koruptor mengikuti pilkada.

Melalui keterangan tertulis yang diterima redaksi, Herman menyatakan usulan tersebut harus merujuk kepada Undang–Undang 10 Tahun 2016 tentang Pilkada. Pembahasan usulan tersebut juga memerlukan waktu, karena memerlukan inisiatif pemerintah dan pembahasannya dilakukan di DPR.

“Usul itu harus merujuk kepada Undang-Undang Nomor 10 Tahun 2016. Ini juga butuh waktu, baik untuk inisiatif pemerintah maupun nanti pembahasannya di DPR,” kata Herman setelah pertemuan Komisi II DPR dengan delegasi House Democracy Partnership (HDP) di Ruang Tamu Pimpinan DPR di Gedung Nusantara III, Senayan, Jakarta, Kamis (1/8/2019).

Herman mengaku tidak mempermasalahkan adanya larangan mantan koruptor mencalonkan diri dalam Pilkada 2020. Namun, kata politisi Partai Demokrat itu, peraturan KPU yang mengakomodasi usulan itu harus terlebih dahulu mendapat tanggapan DPR, serta memiliki urgensi dan tidak bertentangan dengan peraturan perundang-undangan.

“Peraturan KPU bisa saja memuat apa pun usulan yang dianggap bahwa KPU menerima usulan itu dan kemudian dikonsultasikan kepada Komisi II DPR. Apakah nanti tanggapan di DPR, tentu harus dilihat urgensinya dan tidak bertentangan dengan peraturan perundang–undangan,” lanjut legislator dapil Jawa Barat VIII itu.

Lebih lanjut ia mengatakan, peraturan KPU yang bertentangan dengan UU harus direvisi dan baru bisa diakukan oleh DPR periode 2019-2024.

"Saya kira kalau memang peraturan KPU bertentangan dengan UU, tentu membutuhkan revisi atau dibuatkan perppu yang baru bisa dibahas DPR periode yang akan datang,” kata Herman.



Sumber: BeritaSatu.com