Lapas Khusus Karanganyar, Lambang Komitmen dan Optimisme Revitalisasi Pemasyarakatan

Lapas Khusus Karanganyar, Lambang Komitmen dan Optimisme Revitalisasi Pemasyarakatan
Menkumham Yasonna Laoly meresmikan Lapas Khusus Kelas IIA Karanganyar, Bapas Kelas II, serta rumah susun dan rumah khusus bagi petugas pemasyarakatan di Nusakambangan, Cilacap, Jawa Tengah. ( Foto: Istimewa )
Anselmus Bata / RIX Jumat, 23 Agustus 2019 | 16:33 WIB

Cilacap, Beritasatu.com - Menteri Hukum dan HAM (Menkumham), Yasonna H Laoly meresmikan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Khusus Kelas IIA Karanganyar Nusakambangan, Cilacap, Jawa Tengah, Kamis (22/8/2019). Terletak 25 kilometer dari Dermaga Sodong Nusakambangan, Lapas Khusus Karanganyar merupakan lambang keseriusan, komitmen dan optimisme Direktorat Jenderal Pemasyarakatan menjalankan konsep revitalisasi pemasyarakatan.

“Lapas Khusus Karanganyar adalah sebuah pembaruan dalam upaya penanganan narapidana risiko tinggi di Indonesia. Hal ini sejalan dengan konsep revitalisasi penyelenggaraan pemasyarakatan, di mana narapidana ditempatkan berdasarkan jenis dan tingkat risikonya,” ujar Menkumham Yasonna melalui keterangan tertulis yang diterima redaksi.

Ia berharap pembangunan Lapas Khusus Karanganyar dapat menjadi jawaban dari berbagai polemik yang akhir-akhir ini membuat publik skeptis terhadap praktik penyelenggaraan pemasyarakatan.

“Ini bukti keseriusan pemerintah bahwa kami tidak pernah kendur sedikit pun untuk mewujudkan komitmen dan upaya meningkatkan kualitas penegakkan hukum di Indonesia," kata Yasonna.

Sementara itu, Direktur Jenderal Pemasyarakatan, Sri Puguh Budi Utami menyebutkan Lapas Khusus Karanganyar merupakan lapas dengan penerapan teknologi keamanan canggih dan terlengkap di Indonesia, di antaranya adalah penggunaan CCTV face recognition, automatic door lock, control room atau ruang pengawasan aktivitas narapidana selama 24 jam, penggunaan alat pengacak sinyal (jammer), pemasangan pagar kejut/elektrik, penggunaan alat audio dan perekam suara pada setiap kamar hunian, serta penerapan zero identity bagi para petugas pemasyarakatan yang bertugas di Lapas Karanganyar Nusakambangan.

Dirancang sebagai lapas kategori super maximum security, lapas khusus yang dibangun pada area 30 hektare dengan luas bangunan 25 hektare yang terdiri dari tujuh blok hunian dengan kapasitas 712 narapidana risiko tinggi.

Lapas ini sengaja dibangun di daerah perbukitan untuk mendapatkan kondisi topografi yang tepat sebagai pendukung sistem keamanan maksimum. Lapas Khusus Karanganyar menempatkan penanganan narapidana berisiko tinggi sebagai konsentrasi utama, di mana one man one cell disiapkan untuk memaksimalkan pengamanan dan sterilisasi penanganan narapidana kategori high risk.

Dibangun sejak 2016, Lapas Karanganyar terdiri dari tiga kelompok bangunan, yakni zona gedung perkantoran, zona bangunan teknis, dan zona utama hunian narapidana. Lapas ini memiliki tiga menara sebagai pos jaga serta ruang kontrol yang memiliki fungsi sebagai tempat pemantauan dan keamanan lingkungan secara keseluruhan dengan dukungan teknologi yang memadai.

“Tidak hanya fokus pada pemanfaatan teknologi saja, petugas pemasyarakatan yang ditempatkan pada Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIA Karanganyar Nusakambangan juga merupakan para petugas pemasyarakatan khusus yang terlatih dan memiliki kompetensi serta kemampuan sesuai standar yang telah ditetapkan melalui tahapan seleksi dan penilaian oleh Direktorat Jenderal Pemasyarakatan,” ungkap Utami.

Penerapan keamanan berlapis dilengkapi pula dengan kanal air selebar enam meter dengan kedalaman bervariasi 4-12 meter sebagai area keamanan serta sumber tenaga air. Sementara itu pasokan energi dirancang secara apik dengan memanfaatkan tenaga air, tenaga angin, dan tenaga surya, untuk mendukung seluruh operasional Lapas Khusus Karanganyar.

Selain meresmikan Lapas Khusus Karanganyar, menkumham juga meresmikan Balai Pemasyarakatan Kelas II Nusakambangan, rumah susun dan rumah khusus bagi petugas Lapas di Nusakambangan, serta panen raya pertanian dan penebaran bibit ikan di Lapas Terbuka Nusakambangan.



Sumber: BeritaSatu.com