Legislator Prihatin Pengurangan Anggaran Basarnas

Legislator Prihatin Pengurangan Anggaran Basarnas
Bambang Haryo Sukartono.
Anselmus Bata / RIX Rabu, 28 Agustus 2019 | 10:25 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Anggota Komisi V DPR, Bambang Haryo Sukartono prihatin dengan pengurangan anggaran yang dialami oleh Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) yang merupakan poros terdepan dalam upaya penyelamatan. Anggaran terbesar yang dikurangi di Basarnas adalah biaya operasional pertolongan dan penyelamatan.

“Saya prihatin dengan pemotongan anggaran yang dialami Basarnas yang merupakan poros depan penyelamatan. Kalau BNPB (Badan Nasional Penganggulangan Bencana) itu penanggulangan setelah terjadi bencana, sementara pertolongan pertama ada di Basarnas. Namanya pertolongan pertama, penyelamatan, ya tidak boleh dikurangi,” ujar Bambang saat rapat dengar pendapat (RDP) Komisi V DPR dengan Kepala Basarnas, BMKG, dan BPWS di ruang rapat Komisi V DPR, Senayan Jakarta, Selasa (27/8/2019).

Legislator Fraksi Partai Gerindra ini mengungkapkan kekecewaannya dengan menegaskan bahwa pengurangan anggaran Basarnas bisa dikategorikan sebagai tindakan yang tidak punya  berperikemanusiaan. “Dia (pengurang anggaran, Red) harus bertanggung jawab apabila Bapak-Bapak di Basarnas tidak bisa melakukan suatu pertolongan yang menyebabkan nyawa seseorang hilang. Itu bukan tanggung jawab Bapak, tetapi tanggung jawab yang mengurangi anggaran,” tegasnya melalui keterangan tertulis yang diterima redaksi.

Anggaran terbesar yang dikurangi oleh menteri keuangan adalah anggaran biaya operasional pertolongan dan penyelamatan. Bagi Bambang untuk nyawa masyarakat, tidak ada kata toleransi untuk pengurangan anggaran. Oleh karenanya, di Badan Anggaran (Banggar) DPR, pihaknya akan menyuarakan keprihatinannya, sekaligus memperjuangkan agar pemotongan anggaran terhadap Basarnas dibatalkan.

Tidak hanya itu, politisi dari Fraksi Partai Gerindra ini juga mengapresiasi penyerapan anggaran Basarnas tahun 2019 yang terbilang sudah baik, yakni di atas 50 persen, serta koordinasi yang baik dengan berbagai pihak saat penyelamatan bencana alam di beberapa wilayah di Indonesia, serta saat kecelakaan pesawat Lion Air beberapa waktu lalu.

Pada kesempatan itu, Kepala Basarnas Marsekal Madya TNI Bagus Puruhito melaporkan bahwa untuk tahun anggaran 2020, Basarnas telah mengusulkan pagu kebutuhan Rp 4,65 triliun untuk tiga program. Salah satunya, program pengelolaan pencarian, pertolongan, dan penyelamatan.

Dari jumlah tersebut terdapat potensi kekurangan anggaran (backlog) sebesar Rp 2,4 triliun. Kemudian, pada program pengelolaan pencarian, pertolongan, dan penyelamatan diusulkan Rp 3,57 triliun dan kemungkinan backlog Rp 2,07 triliun.



Sumber: BeritaSatu.com