Banggar Dalami RAPBN 2020

Banggar Dalami RAPBN 2020
Kahar Muzakir (kiri). ( Foto: Istimewa )
Anselmus Bata / RIX Kamis, 29 Agustus 2019 | 10:27 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Badan Anggaran (Banggar) DPR mulai melakukan pendalaman dan penelahaan terhadap Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) Tahun 2020 beserta nota keuangannya yang sebelumnya dibacakan Presiden Joko Widodo pada 16 Agustus lalu. Rapat kerja Banggar DPR dan pemerintah dipimpin Ketua Banggar DPR, Kahar Muzakir.

Dalam rapat tersebut, pemerintah diwakili Menteri Keuangan Sri Mulyani, Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas Bambang Brodjonegoro, Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo, dan Deputi Gubernur Senior BI Destry Damayanti. Raker ini dimulai dengan pengesahan rencana jadwal pembahasan antara panitia kerja pemerintah dengan DPR untuk pendalaman RAPBN 2020.

“Pertama kita mengesahkan rancangan jadwal acara RAPBN 2020 sebagaimana kita lihat, dan rancangan itu bersifat fleksibel sesuai perkembangan pembahasan. Hasil ini sudah dibahas di rapat internal Banggar,” ujar Kahar di ruang rapat Banggar, Gedung Nusantara II DPR, Senayan, Jakarta, Rabu (28/8/2019). Usulan tersebut disetujui perwakilan pemerintah.

Setelah pengesahan rancangan jadwal acara, rapat dilanjutkan dengan pembahasan pokok-pokok RAPBN 2020. Anggota Banggar DPR lebih banyak mendengar penjelasan dari Menkeu Sri Mulyani. “Setelah pengesahan rancangan jadwal acara, maka acara selanjutnya mendengarkan pemaparan pemerintah terkait pokok-pokok RAPBN 2020,” kata Kahar dalam keterangan tertulis yang diterima redaksi.

Pendalaman RAPBN 2020 ini dimulai dengan isu pemindahan ibu kota negara. Dalam rapat ini Bambang Brodjonegoro menyatakan tidak semua anggaran pemindahan ibu kota dimasukkan dalam RAPBN 2020. Dari kebutuhan Rp 466 triliun, sekitar 20 persen menjadi tanggungan APBN. 

Pemerintah, lanjutnya, menargetkan tahun depan sejumlah infrastruktur dasar sudah mulai dibangun di ibu kota baru. “Ya baru tahap awal, kan targetnya memang tahun depan. Infrastruktur dasar mulai tahun depan,” ucap Bambang.

Pembahasan awal ini mengawali agenda rapat Banggar DPR dengan pemerintah dalam beberapa waktu ke depan. Diharapkan dalam pembahasan ini terjalin sinergi yang baik antara Banggar dengan wakil pemeritah yang ditunjuk.



Sumber: BeritaSatu.com