Taman Nasional Komodo Tidak Akan Ditutup

Taman Nasional Komodo Tidak Akan Ditutup
Taman Nasional Komodo Tidak Akan Ditutup ( Foto: Istimewa )
Winda Ayu Larasati / WIN Rabu, 2 Oktober 2019 | 14:40 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Kabar baik bagi dunia pariwisata! Taman Nasional Komodo, Nusa Tenggara Timur tidak akan ditutup. Keputusan ini setelah Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan melakukan rapat koordinasi dengan Menteri Kehutanan dan Lingkungan Hidup (LHK) Siti Nurbaya Bakar dan Gubernur Nusa Tenggara Timur Viktor Laiskodat.

Nantinya, TNK akan menjadi destinasi pariwisata dan konservasi.

"Yang akan dilakukan adalah penataan dalam kewenangan konkuren. Dilakukan bersama antara pemerintah, dalam hal ini KLHK, dan Pemda NTT. Tujuannya, untuk memberikan kepastian usaha. Juga livelihood masyarakat, konservasi satwa komodo, world class wisata serta investasi," ujar Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK), Siti Nurbaya, Senin (30/9/2019).

Dalam rapat tersebut membahas berbagai kekurangan sarana dan prasarana yang menjadi perhatian untuk pengembangan seperti kapasitas ranger, sarana patroli, guide tour terlatih, amenities toilet, dermaga dan lain-lain.

Keputusan ini membuat Menteri Pariwisata Arief Yahya senang, ia optimis pariwisata Indonesia akan berlari kencang dengan dukungan Pulau Komodo.

"Pulau Komodo adalah destinasi kelas dunia. Destinasi yang membuat semua orang ingin datang ke Indonesia. Keputusan pemerintah menjadikan Pulau Komodo destinasi premium sekaligus tempat konservasi adalah keputusan tepat. Karena mampu menampung aspirasi serta menjaga kelestarian di sana," kata Arief Yahya.

Selain itu, Viktor Laiskodat juga menyambut positif keputusan itu. Apalagi pemerintah tetap menjalankan fungsi konservasi di destinasi itu. Pulau Komodo rencananya akan dibuat terbatas dan premium.

"Pariwisata akan hidup kalau konservasinya baik, Pulau Komodo akan terbatas dan premium," kata Viktor.

Dalam catatan KLHK melalui tim terpadu, jumlah populasi komodo di kawasan Taman Nasional Komodo sebanyak 2.897 ekor. Paling banyak di Pulau Komodo sekitar 1.727 ekor, lalu di Pulau Rinca 1.049 ekor dan terakhir di Pulau Gili Motang dan Nusa Kode sekitar 50-60 ekor.

Wilayah pengembangan di Pulau Komodo untuk kegiatan tercatat seluas 400 hektare dari keseluruhan wilayah satu Pulau Komodo yaitu 31.000 hektar. Terdapat pula di kawasan ini adanya desa pemukiman sejak tahun 1926 seluas 17 hektar yang dihuni oleh 507 KK. Terhadap kawasan pemukiman akan dilakukan penataan, tapi bukan relokasi atau re-settlement.



Sumber: BeritaSatu.com