Rasakan Langsung Kehidupan Masyarakat Suku Batak di Jabu Sihol

Rasakan Langsung Kehidupan Masyarakat Suku Batak di Jabu Sihol
Jabu Sihol di Kota Pematang Siantar, Sumatera Utara ( Foto: Kementerian Pariwisata )
Winda Ayu Larasati / WIN Senin, 21 Oktober 2019 | 15:52 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Jika Anda bertandang ke Kota Pematang Siantar, Sumatera Utara, jangan lupa mengunjungi Jabu Sihol!

Jabu Sihol, sebuah destinasi yang menawarkan pengunjung turut merasakan kehidupan layaknya masyarakat Batak. Di sini, Anda merasakan pengalaman tak terlupakan seperti menenun ulos, belajar bahasa Batak, belajar tarian Batak, memasak hingga mencoba berbagai kuliner yang ada di sekitar destinasi. Ya, pengalaman tersebut bisa Anda dapatkan secara gratis.

Tidak hanya itu, di sini juga disediakan penginapan bagi para tetamu yang datang.

"Jabu Sihol adalah tempat yang berasal dari hati. Sebuah jawaban atas kegundahan kami atas tergerusnya budaya Batak saat ini. Padahal, kekayaan budaya Batak menjadi modal utama untuk menarik minat wisatawan khususnya ke Danau Toba. Karena wisatawan saat ini tidak hanya mencari keindahan alam, tetapi juga mencari sebuah pengalaman dari perjalanan yang dilakukannya," kata Founder Jabu Sihol Daniel Tua Ompusunggu, Jumat (18/10).

Pengunjung tidak diminta biaya, namun syaratnya mau belajar budaya Batak. Tetapi, jika ingin berdonasi, diperbolehkan berapa pun besarnya. Nah, bagaimana Jabu Sihol bisa bertahan dan memenuhi semua biaya operasionalnya?

"Setiap pergerakan akan memicu pergerakan lainnya. Kami memacu tiap tamu yang datang untuk berperan serta membangun Bersama Jabu Sihol. Seiring perjalanan, para tamu lah yang banyak menyumbangkan materi untuk biaya operasional Jabu Sihol," beber alumni Institut Teknologi Bandung ini.

Sementara Kementerian Pariwisata (Kmenpar) terus mendorong Jabu Sihol untuk terus berkembang. Beberapa kali Daniel diundang Kemenpar untuk mempromosikan Jabu Sihol di berbagai negara. Bahkan, famtrip media dari Jepang juga diarahkan untuk mengunjungi Jabu Sihol pada Jumat (18/20/2019).

"Kami sangat concerned terhadap pergerakan anak-anak muda yang kreatif seperti di Jabu Sihol. Karena ini sejalan dengan program pemerintah yang menetapkan Danau Toba sebagai destinasi super prioritas. Makanya, berbagai market yang kami tangani, kami coba masukkan Jabu Sihol untuk bisa berpromosi di sana," papar Nia yang didampingi Asisten Deputi Pengembangan Pemasaran II Regional II Kemenpar Ardi Hermawan.

Acungan jempol pun diberikan Menteri Pariwisata Arief Yahya terhadap Jabu Sihol. Menpar berharap Jabu Sihol mampu menjadi wadah awal bagi tumbuh kembangnya budaya di Siantar maupun Danau Toba.

Keberadaannya diharapkan dapat merangkul masyarakat untuk mengangkat budaya Batak,serta selanjutnya memacu masyarakat lokal dalam mengembangkan budaya Batak sehingga diminati wisatawan. Dengan itu, secara langsung masyarakat dapat terlibat dalam kepariwisataan.

"Ini sangat luar biasa. Saya acungi jempol atas kehadiran Jabu Sihol. Sebuah wadah yang menjadi destinasi unggulan yang digerakkan langsung Daniel Tua Ompusunggu. Seorang anak muda yang berani kembali membangun kampung halamannya melalui budaya dan pariwisata. Dan ingat! Budaya itu semakin dilestarikan, semakin mensejahterakan. Karena laku dijual ke wisatawan," tutup Arief.



Sumber: BeritaSatu.com