Ebola di Kongo Jadi Wabah Terbesar Kedua di Dunia

Ebola di Kongo Jadi Wabah Terbesar Kedua di Dunia
Seorang petugas kesehatan menyemprotkan disinfektan pada rekannya setelah ekerja di Pusat Perawatan Ebola, di Beni, bagian timur Kongo, belum lama ini. Dalam sepekan terakhir, wabah Ebola telah menewaskan 24 warga Kongo. ( Foto: Dok SP )
Unggul Wirawan / WIR Minggu, 2 Desember 2018 | 06:04 WIB

Kinshasa-Wabah Ebola di Kongo timur sekarang menjadi wabah yang terbesar kedua dalam sejarah. Kali ini, wabah Ebola di Kongo mencapai 426 kasus yang dikonfirmasi dan kemungkinan.

Pada Kamis (29/11), kementerian kesehatan Kongo menyatakan epidemi di bagian Republik Demokratik Kongo yang rapuh saat ini hanya dilampaui oleh wabah tahun 2013-2016 di Afrika Barat. Pada waktu itu, lebih dari 28.000 kasus yang dikonfirmasi, dan lebih besar daripada wabah pada tahun 2000 di Uganda yang melibatkan 425 kasus.

Ebola diyakini telah mengakibatkan kematian 245 orang di Provinsi Kivu Utara dan Ituri. DI tempat itu pula, serangan oleh kelompok bersenjata dan perlawanan masyarakat terhadap pejabat kesehatan menghambat respons petugas kesehatan.

Kongo telah mengalami 10 kali wabah Ebola sejak virus itu ditemukan di sana pada 1976. Virus itu menyebar melalui kontak dengan cairan tubuh dan menyebabkan demam berdarah dengan muntah-muntah hebat, diare dan pendarahan. Dalam banyak kasus, lebih dari separuh orang yang terinfeksi berakibat fatal.

"Ini tonggak tragis jelas menunjukkan kompleksitas dan keparahan dari wabah. Dinamika konflik berarti, wabah yang berkepanjangan dan mungkin tidak akan berakhir," seru Michelle Gayer, Direktur Senior Kesehatan Darurat di Komite Penyelamatan Internasional.



Sumber: Suara Pembaruan
CLOSE