Kamerun Buka Kembali Perbatasan dengan Nigeria

Kamerun Buka Kembali Perbatasan dengan Nigeria
Petugas imigrasi berjalan di jembatan gantung yang menghubungkan Nigeria dengan Kamerun di stasiun perbatasan Mfum, Negara Bagian Cross Rivers, Nigeria tenggara, pada 1 Februari 2018. ( Foto: AFP / PIUS UTOMI EKPEI )
Unggul Wirawan / WIR Sabtu, 22 Desember 2018 | 13:19 WIB

Yaounde-Kamerun telah membuka kembali perbatasan barat daya dengan Nigeria, pada Jumat (21/12). Pada 2017, perbatasan itu ditutup karena konflik antara militer Kamerun dan separatis bersenjata yang berjuang untuk menciptakan negara berbahasa Inggris.

Seorang pejabat senior dari militer Kamerun meminta penduduk desa Ekok di perbatasan barat daya dengan Nigeria untuk mempertimbangkan tentara sebagai mitra yang melindungi mereka.

Pengusaha Kamerun, Christopher Efiom, 46, membeli makanan dari Kamerun dan membawanya ke Nigeria untuk dijual. Ketika kembali dari Nigeria, dia membeli suku cadang motor dan menjualnya di Kamerun.

Efiom mengatakan kehadiran militer di pasar perbatasan telah membuat milisi lari bersembunyi dan melintasi perbatasan ke Nigeria. Dia mengatakan bahwa selama sebulan, para pedagang telah dapat melakukan bisnis meskipun terjadi pertempuran terus-menerus antara militer dan separatis.

"Ada hari-hari ketika militer turun untuk menyerang milisi dan ketika mereka kalah, ada penembakan senjata yang serius," keluh Efiom.

"Amba" adalah wilayah Ambazonia yang dideklarasikan sendiri dalam bahasa Inggris, tempat separatis bersenjata berjuang untuk kemerdekaan.

Pengusaha Kamerun, Cletus Ndungang mengatakan meskipun militer telah membuka kembali perbatasan, bisnis belum kembali sepenuhnya normal karena sebagian besar pembeli dan penjual masih khawatir akan keselamatan mereka.

"Delapan puluh persen dari beras kami diimpor. Sangat berisiko bagi pengusaha untuk membawa beras karena tahu akan ada masalah.  Kami juga punya minyak, kami punya gula. Bahkan jagung. Tapi sebagian besar pengusaha tidak mau masuk," katanya.



Sumber: Suara Pembaruan