Dua Mantan Presiden Mesir Jadi Terdakwa di Satu Ruang Sidang

Dua Mantan Presiden Mesir Jadi Terdakwa di Satu Ruang Sidang
Mantan presiden Mesir Hosni Mubarak (tengah), tiba dengan putra-putranya Alaa, (kiri), dan Gamal (kanan), untuk bersaksi, di ruang sidang di Akademi Kepolisian Nasional di Kairo, Mesir, Rabu (26/12). ( Foto: AP / Ahmed Abdel Fattah )
Unggul Wirawan / WIR Kamis, 27 Desember 2018 | 19:40 WIB

Kairo- Dua mantan presiden Mesir dipertemukan di satu ruang sidang pengadilan Kairo, Mesir, Rabu (26/12). Hosni Mubarak bersaksi dalam persidangan ulang Mohammed Morsi atas tuduhan terkait dengan pelarian penjara pada puncak pemberontakan 2011 yang menjatuhkan Mubarak.

Sidang berlangsung di tengah pengamanan ketat di fasilitas kepolisian di pinggiran selatan Kairo. Hosni Mubarak kini berusia 90 tahun. Kekuasaan Mubarak yang hampir mencapai tiga dekade diakhiri oleh pemberontakan rakyat pada 2011.

Pada Rabu (26/12), Mubarak memasuki ruang sidang bersama kedua putranya, Alaa dan Gamal. Dia membawa tongkat dan mengenakan jas biru tua dan dasi yang serasi. Dia tampak sehat secara fisik dan mental meskipun pidatonya lambat di kali. Hakim Ketua Mohammed Sherin mengizinkan Mubarak untuk duduk sambil bersaksi.

Morsi dan Ikhwanul Muslimin dengan cepat naik ke tampuk kekuasaan dalam pemilihan setelah pemecatan Mubarak. Namun Morsi dan pengikut Ikhwanul Muslimin justru dipenjara hanya selang setahun kemudian. Jutaan orang memprotes mereka karena penyalahgunaan kekuasaan, yang membuat militer menggulingkan pemerintah.

Mantan pemimpin yang dipenjara ini terlibat dalam empat persidangan panjang dalam berbagai kasus, termasuk tuduhan mengacaukan keamanan nasional dengan berkonspirasi dengan kelompok-kelompok asing dan mengatur pelarian penjara.

Kasus pengadilan pada Rabu berakar pada pelarian lebih dari 20.000 narapidana tahun 2011 dari penjara Mesir, termasuk Morsi dan anggota Ikhwanul Muslimin lainnya.

Pelarian itu terjadi selama hari-hari awal pemberontakan selama 18 hari terhadap Mubarak. Morsi dan para pemimpin Ikhwan lainnya melarikan diri dua hari setelah mereka ditahan ketika pasukan keamanan Mubarak mencoba menghalau protes yang direncanakan.



Sumber: Suara Pembaruan