Somalia Minta PBB Tidak Campuri Urusan Dalam Negeri

Somalia Minta PBB Tidak Campuri Urusan Dalam Negeri
Nicholas Haysom ( Foto: AFP / Dokumentasi )
Unggul Wirawan / WIR Jumat, 4 Januari 2019 | 20:51 WIB

Mogadishu- Pemerintah Somalia pada Kamis (3/1) menyatakan kepada Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB) untuk tidak ikut campur dalam urusan nasional.

Pernyatan itu dilontarkan setelah Somalia mengusir Nicholas Haysom, seorang utusan PBB yang mempertanyakan keputusan pemerintah Somalia. Sebelumnya, otoritas Somalia menangkap seorang pembelot Al-Shabaab yang mencalonkan diri dalam pemilihan.

Duta Besar Somalia Abukar Dahir Osman tidak secara khusus menyebutkan keputusan pemerintahnya untuk memerintahkan Nicholas Haysom pergi. Tetapi dia berpendapat bahwa Somalia membutuhkan dukungan, bukan kritik dari badan dunia.

"PBB dan wakil-wakilnya memiliki tugas, bahkan kewajiban, untuk menghormati mandat mereka dan untuk tidak ikut campur dalam urusan internal kami, dan untuk membiarkan Somalia mengendalikan nasib mereka sendiri," kata duta besar.

Dalam pidato di dewan PBB, Haysom tidak mengomentari perintah pengusiran pemerintah Somalia. Tetapi dia memperbarui kritiknya terhadap pemerintah Mogadishu setelah 15 orang tewas dalam kekerasan pemilihan umum.

Dewan kemudian bertemu secara internal untuk membahas nasib utusan PBB. Tidak ada pernyataan resmi yang dirilis setelah pembicaraan itu.



Sumber: Suara Pembaruan
CLOSE