800 Demonstran Antipemerintah Sudan Ditahan

800 Demonstran Antipemerintah Sudan Ditahan
Foto dokumentasi pada 20 Desember 2018 ini memperlihatkan para demonstran Sudan meneriakkan slogan-slogan saat unjuk rasa, di Khartoum, Sudan. ( Foto: AP / Dokumentasi )
Unggul Wirawan / WIR Selasa, 8 Januari 2019 | 19:12 WIB

Khartoum-Pada Senin (7/1), otoritas Sudan menyatakan telah menahan lebih dari 800 orang sejak unjuk rasa dimulai hampir tiga minggu lalu. Para demonstran antipemerintah itu menentang pemerintahan tiga dekade Presiden Omar al-Bashir.

Angka tahanan sejumlah 800 orang itu merupakan pertama kalinya diberikan oleh pihak berwenang sejak kerusuhan meletus. Namun jumlah itu masih jauh di bawah penilaian seorang aktivis hak asasi manusia terkemuka yang mengatakan ada sekitar 2.000 orang ditahan.

Dalam satu laporan kepada parlemen, Menteri Dalam Negeri Ahmed Bilal Othman menambahkan bahwa 381 aksi demonstrasi telah terjadi dan 127 petugas polisi terluka selama demonstrasi yang dipicu oleh kenaikan harga dan kekurangan uang tunai. Dia mengatakan 14 pangkalan polisi dan lebih dari 100 mobil polisi telah dibakar di sekitar Sudan.

“Jumlah total pengunjuk rasa yang ditangkap hingga sekarang adalah 816 orang. Demonstrasi dimulai dengan damai, tetapi beberapa penjahat dengan agenda tersembunyi menggunakan mereka untuk melakukan penjarahan dan pencurian,” kata Osman seraya menambahkan bahwa situasi di seluruh Sudan sekarang "tenang dan stabil".

Pihak berwenang menyatakan 19 orang, termasuk dua pejabat keamanan, telah tewas. Sementara kelompok hak asasi global Amnesty International menyatakan pada 24 Desember bahwa ada laporan yang dapat dipercaya bahwa 37 demonstran tewas akibat peluru dari pasukan keamanan.



Sumber: Suara Pembaruan
CLOSE