Korban Tewas Penyerangan Hotel di Kenya Jadi 21 Orang

Korban Tewas Penyerangan Hotel di Kenya Jadi 21 Orang
Seorang tentara berlindung bersama warga saat ternyata serangan teror di hotel mewah DusitD2 di Nairobi, Kenya, Selas (15/1). ( Foto: AFP / Dokumentasi )
Unggul Wirawan / WIR Kamis, 17 Januari 2019 | 08:11 WIB

Nairobi-Jumlah korban tewas akibat kelompok milisi Al Shabab di hotel mewah DusitD2 di Nairobi, Kenya, telah bertambah menjadi 21 orang, pada Rabu (16/1). Serangan milisi pada Selasa (15/1) itu memicu ledakan besar dan menewaskan satu orang warga Amerika Serikat (AS).

“Mengerikan. Apa yang saya lihat mengerikan,” kata Charles Njenga, yang berlari dari lokasi kejadian penuh darah, pecahan kaca, kendaraan terbakar, dan pilar asap hitam.

Al-Shabab mengaku bertanggung jawab atas pembantaian di kompleks hotel DusitD2, yang meliputi bar, restoran, kantor, dan bank, dan di kawasan elit dengan banyak ekspatriat Amerika, Eropa dan India.

Kelompok milisi yang berbasis di Somalia ini juga pernah melakukan serangan 2013 di Mal Westgate terdekat di Nairobi yang menewaskan 67 orang.

Seorang petugas polisi Kenya mengatakan 15 mayat telah dibawa ke kamar jenazah. Dia berbicara dengan syarat anonim karena tidak berwenang untuk berbicara dengan wartawan.

Departemen Luar Negeri AS mengkonfirmasi bahwa seorang warga negara Amerika termasuk di antara mereka yang terbunuh, tetapi tidak melepaskan identitas korban. Al-Shabab menegaskan bahwa 47 orang tewas, tetapi kantor berita Shahada tidak memberikan rincian.

Pihak berwenang mengirim pasukan khusus ke hotel untuk mengusir para pria bersenjata. Selasa malam larut malam, sekitar delapan jam setelah pengepungan dimulai, Menteri Dalam Negeri Fred Matiang'i mengatakan semua bangunan yang terkena telah diamankan dan pasukan keamanan sedang membersihkan.



Sumber: Suara Pembaruan