Maroko Gagalkan Masuknya 89.000 Imigran Ilegal

Maroko Gagalkan Masuknya 89.000 Imigran Ilegal
Para imigran Afrika mengangkat ponsel mereka untuk menangkap sinyal di sebuah dermaga Djibouti dekat Somalia ( Foto: CNN )
Unggul Wirawan / JAI Jumat, 18 Januari 2019 | 15:18 WIB

Marrakech - Maroko mengagalkan upaya masuknya 89.000 imigran ilegal, sepanjang 2018. Pada Kamis (17/1), kementerian dalam negeri Maroko menyatakan jumlah itu naik 37% dibandingkan Tahun 2017.

Maroko menjadi basis utama keberangkatan migran di Mediterania untuk para migran yang ingin menuju Eropa. Maroko memang dapat dikunjungi oleh orang Afrika lainnya tanpa visa. Alhasil negara ini telah menjadi pintu gerbang utama bagi para migran untuk masuk ke Eropa.

Pilihan migran pada Maroko makin kuat sejak tindakan lebih keras dari Italia dan bantuan Uni Eropa (UE) untuk penjaga pantai Libia membatasi jumlah orang yang datang dari Libia.

Pada 2018, kata kementerian, otoritas Maroko membongkar 229 jaringan perdagangan migran. Sekitar 80% migran ilegal yang dicegat pada tahun 2018 adalah warga asing, 29.715 migran diselamatkan di laut, sedangkan 5.608 migran memilih untuk secara sukarela kembali ke negara asalnya.

Saat sejumlah migran mencoba mencapai Ceuta dan daerah kantong Spanyol lainnya di Afrika, yakni Melilla, para migran yang lain membayar penyelundup untuk membawa mereka dengan kapal. Hal itu disebabkan karena Spanyol hanya berjarak 14 km di ujung barat Mediterania.

UE telah mentransfer 30 juta euro dari 140 juta euro yang dijanjikan Oktober lalu untuk membantu Maroko menghentikan migrasi ilegal. Hal itu disampaikan Kepala Kebijakan Luar Negeri UE Federica Mogherini pada Kamis (17/1) dalam konferensi pers di Rabat.

Sementara menurut Organisasi Internasional untuk Migrasi (IOM), sekitar setengah dari 111.558 migran dan pengungsi yang memasuki Eropa melalui laut Mediterania pada tahun 2018 berhasil melewati rute Barat yang memisahkan semenanjung Iberia dari Afrika Utara. Namun sekitar 2.217 tewas saat melintasi Mediterania termasuk 744 di rute barat.



CLOSE