170 Migran Dikhawatirkan Tewas di Laut Mediterania

170 Migran Dikhawatirkan Tewas di Laut Mediterania
Sekelompok 47 migran dipindahkan dari perahu karet saat operasi penyelamatan oleh kapal berbendera Belanda, Sea Watch 3 di lepas pantai Libia, Sabtu (19/1/2019). ( Foto: AFP / FEDERICO SCOPPA )
Unggul Wirawan / WIR Selasa, 22 Januari 2019 | 08:23 WIB

Tripoli- Sedikitnya 170 migran termasuk anak-anak dikhawatirkan telah meninggal atau hilang dalam dua bangkai kapal yang terpisah di Laut Mediterania. Seperti dilaporkan Telegraph, Minggu (20/1), Badan Pengungsi PBB (UNHCR) menyampaikan dua perahu yang memuat migran berangkat dari Libia dan Maroko.

“Menurut korban yang selamat, jumlah migran di perahu adalah 120 orang. Oleh karena itu, ada 117 orang hilang termasuk 10 wanita dan 2 anak-anak (satu baru berusia 2 bulan),” kata juru bicara IOM Flavio Di Giacomo di Twitter.

Tiga korban selamat yakni dua warga Sudan dan satu warga Gambia telah ditolong oleh helikopter angkatan laut Italia. Mereka mengatakan perahu yang mengangkut ratusan orang itu tenggelam sekitar 50 mil dari pantai Libia.

Sekitar 117 migran termasuk setidaknya dua anak yang berusaha menyeberangi Laut Mediterania pada Kamis (17/1) tidak diketahui lagi nasibnya. Organisasi Internasional untuk Migrasi (IOM) menyatakan laporan itu pada Sabtu, sehari setelah tiga orang dari perahu yang sama diselamatkan.

Menurut IOM, setidaknya 2.297 orang tewas di laut atau hilang saat mencoba mencapai Eropa pada 2018. Secara keseluruhan, 116.959 migran mencapai Eropa melalui rute laut tahun 2018.

“Banyak migran di kapal itu adalah orang Afrika barat, tetapi yang selamat mengatakan ada juga sekitar 40 orang Sudan di dalam perahu itu,” tambahnya.



Sumber: Suara Pembaruan