Tambang Timah di Rwanda Runtuh, 14 Tewas

Tambang Timah di Rwanda Runtuh, 14 Tewas
ilustrasi tambang mineral ( Foto: antara )
Unggul Wirawan / WIR Selasa, 22 Januari 2019 | 16:32 WIB

[NAIROBI] Sebanyak 14 penambang tewas di sebuah tambang timah Rwanda timur setelah satu bukit runtuh menimpa mereka setelah hujan lebat. Pada Senin (21/1), para pejabat mengonfirmasi kejadian itu.

“Karena curah hujan baru-baru ini di daerah tersebut, bagian dari bukit di dekatnya runtuh dan 14 penambang yang sedang bersiap-siap untuk bekerja terkubur di darat,” kata Fred Mufuruke, gubernur provinsi Timur.

John Kanyangira, direktur inspeksi pertambangan di Rwanda Mines, Petroleum and Gas Board (RBM), mengatakan situs pertambangan timah itu dimiliki oleh bisnis Rwanda Piran Resources Inggris.

“Tambang itu adalah situs penambangan terbuka dan bukit di dekatnya runtuh, mengubur tujuh pria dan tujuh wanita, katanya kepada Reuters.

Kanyangira mengatakan 81 orang meninggal tahun lalu dalam kecelakaan pertambangan. Dia mengatakan industri pertambangan Rwanda, yang tidak termasuk dalam penggalian, mempekerjakan 43.000 orang.

Piran Resources memiliki izin penambangan 25 tahun di Rwanda timur untuk dua konsesi. Perusahaan tersebut merupakan bagian dari Pella Resources, kelompok sumber daya alam dan energi yang berfokus di Afrika.

Bulan lalu, di lokasi penambangan lain di bagian selatan Rwanda, lima penambang terjebak di bawah tanah ketika situs itu runtuh. Tentara dan anggota masyarakat menggali reruntuhan setelah hampir dua hari.

Penambangan skala kecil di lanskap perbukitan Rwanda telah menyebabkan tanah longsor dan tambang runtuh. Penghasilan dari ekspor mineral Rwanda lebih dari dua kali lipat menjadi US$ 373 juta pada tahun 2017 naik dari US$ 166 juta pada tahun sebelumnya. Pemerintah Rwandamenyatakan pendapatan diperkirakan akan naik hingga US$ 600 juta pada tahun 2019.



CLOSE