Desak Gaji Naik, Guru di Zimbabwe Gelar Mogok Nasional

Desak Gaji Naik, Guru di Zimbabwe Gelar Mogok Nasional
Para guru menggelar unjuk rasa di Harare, Zimbabwe untuk menuntut kesejahteraan. ( Foto: AllAfrica / Dokumentasi )
Unggul Wirawan / WIR Kamis, 7 Februari 2019 | 10:17 WIB

Harare, Beritasatu.com- Para guru sekolah di Zimbabwe melancarkan aksi pemogokan nasional, Rabu (6/2). Mereka menuntut kondisi kerja yang lebih baik dan upah yang harus dibayar dalam dolar Amerika Serikat (AS).

Para pemimpin serikat mengatakan beberapa guru takut akan intimidasi dari pasukan keamanan dan akan bekerja, tetapi melakukan sangat sedikit.

“Kami ingin para guru tahu bahwa mereka memiliki hak untuk mogok. Serikat pekerja telah menyerukan pemogokan,” kata Richard Gundane, Presiden Asosiasi Guru Zimbabwe yang berbasis di Harare (ZIMTA).

Sebaliknya, pemerintah mengklaim bahwa tidak ada intimidasi dan guru ditawari lebih banyak gaji, tetapi guru mengatakan itu tidak cukup untuk menyamai kenaikan biaya bahan bakar dan barang-barang kebutuhan pokok.

"Mereka tidak boleh merasa terintimidasi, terutama ketika petugas dari pihak pemberi kerja mengumpulkan informasi tentang mereka," kata Gundane kepada RFI.

Laporan intimidasi terhadap para guru adalah nyata, Sekretaris Jenderal Serikat Guru Progresif Zimbabwe (PTUZ) Raymond Majongwe mengatakan kepada RFI.Dia menambahkan bahwa para guru juga telah dipanggil ke kantor polisi

"Mereka mengancam mereka dengan pemecatan, mengancam mereka dengan pemecatan dari sekolah, mereka mengancam mereka dengan kehilangan pekerjaan, dan mereka juga mengancam mereka dengan kekerasan," kata Majongwe.



Sumber: Suara Pembaruan