Presiden Aljazair Akan Mundur Pekan Ini

Presiden Aljazair Akan Mundur Pekan Ini
Abdelaziz Bouteflika (Foto: AFP / Dokumentasi)
Natasia Christy Wahyuni / WIR Senin, 1 April 2019 | 21:04 WIB

Aljir, Beritasatu.com- Presiden Aljazair Abdelaziz Bouteflika kemungkinan akan mundur pekan ini, seperti disampaikan stasiun televisi swasta negara itu Ennahar dan TV El Bilad, Minggu (31/3). Langkah itu diambil setelah aksi protes massa dan tekanan dari tentara untuk mengakhiri 20 tahun pemerintahannya.

Laporan itu muncul setelah kepala staf angkatan darat, Letjen Ahmed Gaed Salah, memperbarui seruannya, Sabtu (30/3), kepada Dewan Konstitusional untuk menyatakan Bouteflika yang berusia 82 tahun dalam kondisi sakit. Dalam rangka meredakan demonstrasi, Bouteflika sendiri pada 11 Maret 2019, menyatakan telah membatalkan rencananya untuk masa jabatan kelima. Dia mengaku akan segera mundur sambil menunggu konferensi nasional atas perubahan politik.

Aksi protes semakin berlanjut saat Salah pekan lalu mengajukan kepada Dewan Konstitusional untuk memutuskan apakah Bouteflika masih layak menduduki jabatannya.

Menurut TV Ennahar mengutip sumber-sumber politisi, menyebut Bouteflika, yang jarang tampil di publik sejak menderita stroke pada 2013, kemungkinan akan mengumumkan pengunduran dirinya hari Selasa (2/4). Sementara TV El Bilad, mengutip sumber anonim, menyatakan sang presiden akan mundur pekan ini. Sementara itu, media pemerintah tidak melaporkan hal senada, serta tidak ada komentar dari presiden.

Berdasar Konstitusi

Ennahar menambahkan Bouteflika menyiapkan pengunduran dirinya berdasarkan Pasal 102 konstitusi, yang mengizinkannya untuk berhenti atau menghadapi keputusan Dewan Konstitusi terkait kelayakannya untuk menjabat presiden.

Pada Minggu malam, ratusan orang berunjuk rasa di jalan-jalan ibu kota Aljir, untuk menuntut agar Bouteflika mundur. Laporan itu datang beberapa jam setelah Bouteflika menunjuk kabinet sementara.

Sumber-sumber politik menyatakan hal tersebut sebagai sinyal bahwa Bouteflika akan mundur karena presiden sementara tidak bisa menunjuk kabinet.

Perdana Menteri (PM) incumbent Noureddine Bedoui akan memimpin pemerintahan bersama daftar 27 menteri. Gubernur bank sentral Mohamed Loukal disebut akan menjadi menteir keuangan, sedangkan mantan kepala badan listrik dan gas negara Mohamed Arkab akan menjadi menteri energi.

Seorang mantan perwakilan untuk PBB, Sabri Boukadoum, akan ditunjuk sebagai menteri luar negeri untuk menggantikan Ramtane Lamamra yang menjabat kurang dari sebulan. Sedangkan, Salah tetap sebagai wakil menteri pertahanan dan Bouteflika tetap sebagai menteri pertahanan.



Sumber: Suara Pembaruan