Korban Tewas Akibat Topan Idai Jadi 1.000 Orang

Korban Tewas Akibat Topan Idai Jadi 1.000 Orang
Orang-orang dari distrik Buzi yang terisolasi berlindung di sekolah menengah Samora M. Machel yang digunakan sebagai pusat evakuasi di Beira, Mozambik, Kamis (21/3/2019) setelah kehancuran yang disebabkan oleh Topan Idai. ( Foto: AFP / Yasuyoshi CHIBA )
Unggul Wirawan / WIR Kamis, 11 April 2019 | 18:18 WIB

Maputo, Beritasatu.com- Jumlah korban tewas akibat badai yang melanda Afrika tenggara bulan lalu telah meningkat di atas 1.000 orang, pada Rabu (10/4). Lebih dari 4.000 kasus kolera dilaporkan di antara korban yang selamat di Mozambik, negara Afrika yang paling terpukul.

Pada Rabu (10/4), pemerintah Zimbabwe memperbarui jumlah korban tewas menjadi 344 orang, sementara Mozambik telah melaporkan 602 kasus kematian. Di Malawi, 59 orang meninggal dalam hujan lebat sebelum awal Idai. Jumlah korban tewas terakhir mungkin tidak pernah bisa dikonfirmasi.

“Upaya Zimbabwe terbatas pada pencarian orang yang sudah meninggal dan pemerintah akan mengirim ahli patologi ke Mozambik untuk membantu mengidentifikasi korban tewas,” kata Menteri Informasi Zimbabwe, Monica Mutsvangwa.

Mutsvangwa menambahkan sekitar 257 orang dinyatakan hilang ketika badai melanda dan 15 orang sekarang dianggap mati. Zimbabwe telah meminta dukungan internasional untuk mengumpulkan  dana US$ 613 juta. Dana itu akan digunakan untuk membantu krisis kemanusiaan dan menutupi impor makanan.

Topan Idai mendarat pada 14 Maret malam di dekat kota pelabuhan Mozambik, Beira, membawa angin kencang dan hujan, sebelum pindah ke pedalaman ke negara tetangga, Zimbabwe dan Malawi.

Lebih dari dua juta orang, 1,85 juta dari pengungsi di Mozambik, terdampak oleh Idai. Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB) sedang mengupayakan US$ 282 juta untuk mendanai bantuan darurat selama tiga bulan ke depan.

Sejak wabah kolera diumumkan pada 27 Maret di Mozambik, pemerintah telah mencatat 4.072 kasus penyakit dan tujuh kematian.



Sumber: Suara Pembaruan