WHO: Korban Tewas Konflik Libia Naik Jadi 205 Orang

WHO: Korban Tewas Konflik Libia Naik Jadi 205 Orang
Pasukan yang setia kepada pemerintah Libia yang didukung PBB tiba di Tajura, pinggiran kota Tripoli. ( Foto: AFP/Getty Images / Mahmud Turkia )
Unggul Wirawan / WIR Jumat, 19 April 2019 | 07:21 WIB

Tripoli, Beritasatu.com- Jumlah korban tewas konflik di Libia bertambah menjadi 205 orang ketika pertempuran Tripoli berlanjut. Seperti dilaporkan Al Jazeera, Kamis (18/4), Badan Kesehatan Dunia (WHO) menyatakan telah mengerahkan lebih banyak staf karena pemerintah yang diakui PBB mencari tindakan internasional terhadap Khalifa Haftar.

Setidaknya 205 orang tewas dalam pertempuran untuk menguasai ibu kota Libia, Tripoli. Pemerintah yang diakui PBB mengatakan akan mengadili penuntutan pemimpin militer pemberontak Khalifa Haftar di Pengadilan Kriminal Internasional (ICC).

Pemerintah persatuan Libia mengeluarkan surat perintah penangkapan untuk Jenderal Haftar karena diduga memerintahkan serangan udara mematikan terhadap wilayah sipil.

Enam perwira Haftar juga disebutkan dalam surat perintah itu, yang dikeluarkan oleh jaksa penuntut umum militer dan diterbitkan oleh kantor pers pemerintah persatuan.

WHO yang berafiliasi dengan PBB menyatakan dalam satu pesan di Twitter bahwa pihaknya telah mengerahkan spesialis medis untuk mendukung rumah sakit garis depan karena pertempuran baru-baru ini juga menyebabkan lebih dari 900 orang terluka.

Menurut WHO, setidaknya 18 warga sipil termasuk di antara mereka yang tewas dalam pertempuran yang pecah pada 4 April. Saat itu, Haftar melancarkan serangan untuk mengambil Tripoli, yang dikendalikan oleh Pemerintah Kesepakatan Nasional (GNA) yang diakui PBB.

WHO menyatakan sedang menjaga tim medis dan bedah dikerahkan di rumah sakit lapangan di dekat garis depan ketika Tentara Nasional Libia (LNA) Haftar tetap berada di pinggiran selatan ibukota dan memerangi kelompok bersenjata yang loyal kepada pemerintah.

Sementara itu, pada Kamis (18/4), kelompok-kelompok bersenjata menyerang pangkalan udara utama di Libia selatan yang dikendalikan oleh LNA. Pangkalan Tamanhint dekat Sabha adalah pangkalan utama di Libia selatan, yang direbut LNA awal tahun ini.

Pertempuran berlanjut di pangkalan itu, Walikota Sabha Hamid Rafaa al-Khiyali dan seorang pejabat militer timur mengatakan, tanpa memberikan rincian lebih lanjut. Identitas penyerang juga masih belum jelas.



Sumber: Suara Pembaruan