Kasus Kematian Ebola di Kongo Tembus 1.000 Orang

Kasus Kematian Ebola di Kongo Tembus 1.000 Orang
Seorang petugas kesehatan menyemprotkan disinfektan pada rekannya setelah ekerja di Pusat Perawatan Ebola, di Beni, bagian timur Kongo, belum lama ini. Dalam sepekan terakhir, wabah Ebola telah menewaskan 24 warga Kongo. ( Foto: Dok SP )
Unggul Wirawan / WIR Minggu, 5 Mei 2019 | 21:25 WIB

Kinshasa, Beritasatu.com- Korban tewas dalam wabah Ebola Republik Demokratik Kongo terbaru telah meningkat menjadi lebih dari 1.000 orang. Epidemi terus mengklaim nyawa di DRC timur di tengah iklim ketidakpercayaan, dan serangan berulang pada petugas kesehatan.

Seperti dilaporkan Al Jazeera, Sabtu 4/5), menurut kementerian kesehatan Kongo, dengan situasi keamanan yang tidak menentu dan ketidakpercayaan masyarakat yang mendalam yang mempersulit upaya untuk mengalahkan epidemi yang telah berusia sembilan bulan.

Kementerian Kesehatan Masyarakat mengatakan, dalam pembaruan terakhir pada Jumat (3/5) bahwa tercatat ada 14 kematian baru dari virus. Ebola menyebabkan korban hingga 1.008 kematian dari lebih dari 1.450 kasus yang terdaftar sejak epidemi meletus pada Agustus.

Pembaruan laporan kementerian datang setelah Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) sebelumnya memperingatkan pada Jumat bahwa para pejabat kesehatan "mengantisipasi skenario penularan yang intens. Pembaruan diberikan setelah 126 kasus yang dikonfirmasi dilaporkan selama tujuh hari yang berakhir pada hari Minggu.

Juru bicara kementerian kesehatan Kongo, Jessica Ilunga mengatakan lonjakan kasus adalah hasil dari serangan terhadap petugas kesehatan dan pusat perawatan yang mengganggu "kegiatan respons" dalam beberapa pekan terakhir.

"Keamanan telah menjadi masalah besar, dan setiap kali kami memiliki insiden, kegiatan tanggapan penting seperti pelacakan kontak, vaksinasi dan penguburan yang aman ditangguhkan untuk jangka waktu yang tidak terbatas, memberikan waktu dan ruang bagi virus untuk menyebar," kata Ilunga.



Sumber: Suara Pembaruan