894 Anak Dibebaskan dari Milisi Nigeria

894 Anak Dibebaskan dari Milisi Nigeria
Anak-anak mengambil bagian dalam upacara di Istana Shehu di Maiduguri, pada Jumat (10/5). Sebanyak 894 anak-anak, termasuk 106 anak perempuan, dibebaskan dari barisan Pasukan Tugas Sipil Bersama (CJTF) di Maiduguri, timur laut Nigeria pada 10 Mei 2019, sebagai bagian dari komitmennya untuk mengakhiri dan mencegah perekrutan dan penggunaan anak-anak. ( Foto: AFP / Audu Ali Marte )
Unggul Wirawan / JAI Sabtu, 11 Mei 2019 | 13:41 WIB

Lagos, Beritasatu.com - Hampir 900 anak yang pernah direkrut sebagai pasukan milisi untuk memerangi kelompok militan Boko Haram di Nigeria, telah dibebaskan.

Pada Jumat (10/5), Badan Perserikatan Bangsa Bangsa untuk Urusan Anak (UNICEF) menyatakan mereka adalah 894 anak-anak, termasuk 106 anak perempuan yang direkrut oleh Satuan Tugas Sipil Bersama (CJTF) di Maiduguri, bagian timur Nigeria. CJTF adalah milisi lokal yang dibentuk pada 2013, untuk memerangi pemberontakan di wilayah tersebut.

Hal yang sama juga dilakukan kelompok militan Boko Haram. Selama lebih dari satu dekade, milisi Boko Haram kerap melancarkan teror dan membakar desa-desa, menculik anak-anak dan remaja laki-laki dan persempuan, serta melatih mereka menjadi tentara untuk menyerang pangkalan militer pemerintah.

UNICEF menyatakan lebih dari 3.500 anak-anak direkrut antara 2013 dan 2017 untuk mejadi tentara, tenaga medis, bahkan budak seks bagi kelompok militan, selama konflik yang sedang berlangsung di Nigeria utara.

"Kami tidak bisa menyerah pada perjuangan untuk anak-anak, selama anak-anak masih terdampak oleh pertempuran itu. Kami akan melanjutkan sampai tidak ada anak yang tersisa di jajaran semua kelompok bersenjata di Nigeria," kata Mohamed Fall, perwakilan UNICEF Nigeria.

UNICEF menyatakan 1.727 anak telah dibebaskan sejak CJTF menandatangani rencana aksi pada 2017 untuk mengakhiri perekrutan anak. Badan PBB itu menyatakan sedang bekerja dengan pemerintah Nigeria dan pihak berwenang setempat untuk membantu mengintegrasikan mereka yang dibebaskan.

Milisi Boko Haram telah melakukan penculikan massal, pembunuhan dan pemboman pasar. Mereka telah membunuh tentara di wilayah yang menurut militer telah direklamasi. Menurut Badan Pengungsi PBB (UNHCR), pada Januari, hampir 30.000 orang meninggalkan desa untuk menuju ke Kamerun.

 



Sumber: VoA/CNN/Suara Pembaruan