Gelar Operasi Sinai, Militer Mesir Tewaskan 47 Milisi Islamis

Gelar Operasi Sinai, Militer Mesir Tewaskan 47 Milisi Islamis
Tentara Mesir berpatroli dengan kendaraan tempur untuk mengantisipasi gangguan keamanan dari milisi Islamis yang berbasis di Sinai. ( Foto: Al Bawaba / Dokumentasi )
Unggul Wirawan / WIR Jumat, 17 Mei 2019 | 09:13 WIB

Kairo, Beritasatu.com-  Militer Mesir menewaskan 47 milisi Islamis saat menggelar operasi keamanan di semenanjung Sinai, baru-baru ini. Pada Kamis (16/5), militer Mesir menyatakan lima personel militer juga tewas, tanpa menyebutkan secara spesifik lokasi pertempuran tersebut.

Menurut pihak militer dalam rekaman video, jumlah korban di pihak milisi mencakup "periode terakhir". Militer Mesir tidak pula menentukan tanggal atau lokasi operasi. Aparat Mesir juga tidak memberikan identitas milisi atau afiliasi mereka.

Militer menyatakan telah menemukan 385 alat peledak dan telah melakukan ledakan pemusnahan terkendali, tetapi tidak menentukan lokasi.

Angkatan bersenjata mengatakan ratusan gerilyawan telah terbunuh sejak melancarkan kampanye besar pada Februari 2018 yang bertujuan mengalahkan Negara Islam di Irak dan Suriah (ISIS) atau kelompok-kelompok jihad terkait di semenanjung Sinai.

Pasukan udara Mesir telah menghancurkan 29 tempat persembunyian yang digunakan oleh "unsur-unsur teroris" dalam operasi di Sinai tengah dan utara. Dari milisi yang terbunuh, aparat menemukan sejumlah senapan dan alat peledak improvisasi.

Lima personel tentara, termasuk dua perwira dan tiga tentara, tewas dan empat lainnya cedera selama pertempuran..

Pasukan keamanan Mesir melancarkan operasi keamanan yang luas pada Februari 2018 untuk melenyapkan milisi Islam yang telah melancarkan serangan kekerasan yang terutama menargetkan polisi dan pasukan selama beberapa tahun terakhir.

Pernyataan militer Mesir juga menyebut bahwa insinyur militer di Sinai menemukan dan telah menghancurkan 385 bom yang ditanam untuk menargetkan pasukan di lokasi operasi. Pasukan juga menangkap 158 tersangka kriminal.



Sumber: Suara Pembaruan