Besok, Ramaphosa Dilantik Jadi Presiden Afsel

Besok, Ramaphosa Dilantik Jadi Presiden Afsel
Presiden Afrika Selatan, Cyril Ramaphosa, berpidato di depan Parlemen Afrika Selatan, di Cape Town, pada 22 Mei 2019. ( Foto: AFP / BOSCH RODGER )
Unggul Wirawan / JAI Jumat, 24 Mei 2019 | 15:45 WIB

Cape Town, Beritasatu.com - Cyril Ramaphosa akan dilantik menjadi presiden Afrika Selatan (Afsel) besok, Sabtu (25/5/2019), setelah dipilih oleh Parlemen. Tanpa pesaing, Cyril Ramaphosa dipilih sebagai presiden Afsel dalam sidang Parlemen di Cape Town, Rabu (22/5/2019).

"Saya akan menjadi presiden untuk semua orang Afrika Selatan dan bukan hanya presiden untuk Kongres Nasional Afrika. Kami telah diberi tanggung jawab ini atas dasar utama untuk menghidupkan kembali ekonomi kami, untuk menciptakan lapangan kerja," kata Cyril Ramaphosa.

Dalam pidatonya, Cyril Ramaphosa berjanji untuk menciptakan pekerjaan dan bekerja untuk kepentingan semua warga negara, bukan hanya bagi anggota mayoritas partai Kongres Nasional Afrika (ANC) yang dipimpinnya.

ANC memenangi pemilihan umum pada 8 Mei di Afsel, sehingga memungkinkan partai untuk memilih presiden negara itu. Tetapi mayoritas suara ANC jatuh ke level terendah pasca-apartheid. Kondisi ini mencerminkan kemarahan rakyat pada korupsi dan kronisme di bawah pendahulu Ramaphosa, Jacob Zuma.

Hingga kini, banyak pemilih juga kecewa dengan ketidaksetaraan rasial yang tetap bercokol satu generasi sejak bekas gerakan pembebasan mengambil alih kekuasaan.

"Hanya satu kandidat yang dicalonkan. Saya menyatakan bahwa Cyril Matamela Ramaphosa yang terhormat terpilih sebagai presiden Republik Afrika Selatan," kata Ketua Pengadilan, Mogoeng Mogoeng.

Presiden Afrika Selatan tidak dipilih langsung oleh pemilih tetapi dipilih oleh Parlemen. Jumlah suara yang diterima masing-masing partai dalam pemilihan nasional menentukan berapa banyak perwakilan partai-partai tersebut dalam 400 kursi legislatif. Para anggota parlemen kemudian memilih presiden.

ANC yang dipimpin Cyril Ramaphosa memiliki 230 kursi di parlemen demokratis keenam Afrika Selatan sejak jatuhnya apartheid pada tahun 1994. Partai oposisi utama, Aliansi Demokratik, memiliki 84 kursi dan Pejuang Kemerdekaan Ekonomi kiri mendapat 44 kursi.

Cyril Ramaphosa akan dilantik sebagai presiden di satu stadion, Pretoria pada Sabtu (25/5/2019) dan ia diperkirakan akan mengumumkan Kabinet barunya pada hari berikutnya.

Para analis menilai kabinet juga akan menjadi ujian komitmen Cyril Ramaphosa untuk memberantas korupsi. Laporan media lokal menunjukkan ada gerakan dalam ANC untuk memiliki kandidat perempuan yang ditunjuk sebagai wakil presiden baru.

Ekonomi Afrika Selatan tumbuh sekitar 0,8% pada 2018 setelah pulih dari resesi. Pertumbuhan ekonomi diperkirakan 1,5% tahun ini, tetapi pencapaian target itu bisa bergantung pada seberapa sukses pemerintah mengelola restrukturisasi utilitas listrik yang sarat utang Eskom.

 



Sumber: Al Jazeera/Suara Pembaruan