Kapal Tenggelam di Danau Kongo, 30 Tewas dan 150 Hilang

Kapal Tenggelam di Danau Kongo, 30 Tewas dan 150 Hilang
Penumpang berdesakan di kapal yang menjadi sarana transportasi penting di Republik Demokratik Kongo. ( Foto: CBC / Dokumentasi )
Unggul Wirawan / WIR Selasa, 28 Mei 2019 | 19:50 WIB

Kinshasa, Beritasatu.com- Tiga puluh orang tewas, dan puluhan penumpang hilang setelah satu kapal yang membawa lebih dari 350 penumpang terbalik di danau Mai-Ndombe, Republik Demokratik Kongo.

Pada Senin (27/5), Simon Mbo Wemba, wali kota kota Innogo di Kongo barat mengatakan, para penyelam lokal yang memimpin operasi pencarian juga menemukan 183 orang yang selamat dari lokasi kapal tenggelam.

Wemba mengatakan kapal yang kelebihan muatan berangkat dari Innogo tetapi tenggelam di Danau Mai-Ndombe di barat negara itu setelah menabrak "angin kencang" beberapa kilometer sebelum tiba di tujuannya Sabtu malam.

"Ada 183 orang yang selamat, tetapi kapal itu memiliki lebih dari 350 orang. Ini sementara karena kami masih bekerja siang dan malam mencari lebih banyak orang," kata Wemba.

Kecelakaan kapal dengan kematian yang tinggi sering terjadi di perairan Kongo. Di negara itu, sarana pengangkutan kapal atau perahu merupakan bentuk transportasi utama bagi banyak orang yang tinggal di daerah pedesaan.

Pada 2015, lebih dari 100 orang dinyatakan hilang setelah dua kapal bertabrakan di Sungai Kongo pada 2015, menurut Organisasi Kesehatan Dunia.

Badan itu menyatakan kapal penumpang sering tenggelam di Kongo karena umur kapal dan kegagalan operator mereka untuk mengikuti aturan navigasi.

Sebanyak 150 orang hilang setelah satu kapal tenggelam di satu danau di Kongo timur pada April.

Presiden Felix Tshisekedi menyatakan tiga hari berkabung nasional setelah bencana kapal dan mengatakan semua kapal harus memiliki pelampung.



Sumber: Suara Pembaruan