Lagi, Pejabat FIFA Ditahan karena Diduga Korupsi

Lagi, Pejabat FIFA Ditahan karena Diduga Korupsi
Ilustrasi FIFA. ( Foto: AFP )
Faisal Maliki Baskoro / FMB Kamis, 6 Juni 2019 | 21:54 WIB

Beritasatu.com - Wakil presiden FIFA Ahmad ditahan dan diinterogasi oleh otoritas Prancis pada hari Kamis (5/6/2019), karena diduga terlibat korupsi.

FIFA mengonfirmasi bahwa Ahmad ditahan otoritas Prancis terkait posisinya di FIFA sebagai presiden Konfederasi Sepakbola Afrika (CAF). Namun, FIFA tidak mengetahui secara persis kasus yang melibatkan Ahmad sehingga menolak berkomentar lebih detail.

Media Afrika Jeune Afrique pertama kali melaporkan Ahmad, yang berasal dari Madagaskar, telah ditahan karena diduga terlibat korupsi.

Sekjen CAF Amr Fahmy menuduh Ahmad menyuap asosiasi-asosiasi sepakbola dan menyalahgunakan uang ratusan ribu dolar.

Presiden FIFA Gianni Infantino menyindir halus masalah yang dihadapi CAF dalam pidatonya di hadapan CAF Selasa (4/6/2019) lalu.

"Saya tahu CAF mengalami masalah. Saya mengimbau saudara-saudara tetap tenang dan menjaga solidaritas. Carikan solusi, jangan menambah masalah," kata Infantino.

FIFA terus berjuang membersihkan diri dari korupsi sejak skandal korupsi terkuak pada 2015 lalu. FIFA berkomitmen memberantas tindakan ilegal di sepakbola. Siapapun yang terbukti melakukan tindakan ilegal tidak memiliki tempat di sepakbola.

Sejak 2016, sejumlah pejabat FIFA terlibat korupsi atau penyalahgunaan keuangan. Wakil presiden senior FIFA dari Papua Nugini David Chung dilarang terlibat dari kegiatan FIFA selama 6,5 tahun, Kwesi Nyantakyi dari Ghana dilarang seumur hidup, Sheikh Ahmad dari Kuwait mundur dari FIFA karena terlibat kasus suap, dan Reinhard Grindel dari Jerman mengundurkan diri.



Sumber: AP