Tragis, Mantan Presiden Mesir Meninggal saat Sidang Pengadilan

Tragis, Mantan Presiden Mesir Meninggal saat Sidang Pengadilan
Mohamed Morsi ( Foto: Al Arabiya )
Unggul Wirawan / WIR Selasa, 18 Juni 2019 | 05:10 WIB

Kairo, Beritasatu.com- Mantan presiden Mesir Mohammed Morsi mendadak pingsan di ruang sidang lalu meninggal dunia. Seperti dilaporkan BBC Senin (17/6), Morsi digulingkan oleh militer pada 2013 setelah satu tahun menjabat.

Sebagai seorang tokoh penting dalam gerakan Islam yang sekarang dilarang yakni Ikhwanul Muslimin, Morsi baru saja berbicara di pengadilan dari kurungan pada persidangan atas tuduhan spionase.

Morsi, yang berusia 67 tahun, telah ditahan sejak pemecatan sebagai presiden usai protes massal.

Ikhwanul Muslimin menyatakan kematian itu adalah "pembunuhan penuh" dan menyerukan kerumunan orang untuk berkumpul di pemakaman.

Aktivis dan keluarganya telah lama mengatakan Morsi tidak menerima perawatan untuk masalah kesehatan serius seperti tekanan darah tinggi dan diabetes, dan terus-menerus ditahan di sel isolasi.

Morsi pingsan beberapa saat setelah berbicara di pengadilan di Kairo atas tuduhan spionase. Sidang itu digelar terkait dugaan kontak dengan kelompok Islam Palestina Hamas, yang memiliki hubungan dekat dengan Ikhwanul Muslimin.

Morsi berbicara selama lima menit dari sangkar kaca kedap suara yang menurut para pejabat dirancang untuk mencegahnya mengganggu proses.

Penyebab kematian Morsi tidak segera dikonfirmasi tetapi jaksa penuntut umum Mesir mengatakan satu laporan awal tidak menunjukkan tanda-tanda cedera pada tubuh.

Selama di penjara, menurut kelompok hak asasi manusia Amnesti Internasional, Morsi hanya diizinkan tiga kunjungan dari kerabat dan tidak diberi akses ke pengacara atau dokternya.

Berbicara kepada kantor berita Reuters, putra Morsi yang bernama Abdullah mengatakan  tidak tahu lokasi mayat ayahnya dan bahwa pihak berwenang menolak untuk mengizinkan Morsi dimakamkan di provinsi asli Nil Delta Sharqiya.

Morsi menjadi pemimpin Mesir pertama yang terpilih secara demokratis pada 2012. Dia telah dijatuhi hukuman lebih dari 45 tahun penjara dalam tiga persidangan terpisah, termasuk memimpin kelompok terlarang, penahanan dan penyiksaan terhadap demonstran anti-pemerintah dan membocorkan rahasia negara.



Sumber: Suara Pembaruan