Meskipun Diprotes Mesir, Patung Tutankhamun Dilelang di Inggris

Meskipun Diprotes Mesir, Patung Tutankhamun Dilelang di Inggris
Artefak Raja Mesir Tutankhamun. ( Foto: AFP / Dokumentasi )
Unggul Wirawan / WIR Sabtu, 6 Juli 2019 | 21:17 WIB

London, Beritasatu.com- Patung kepala Raja Mesir Tutankhamun telah dilelang seharga hampir US$ 6 juta di Balai Lelang Christie, Inggris. Pemerintah Mesir pun memprotes keras pelelangan itu. Artefak berumur 3.000 tahun itu konon dicuri dari Mesir.

Rumah lelang Christie menjual peninggalan 28,5 cm itu seharga 4,7 juta pound (US$ 5,97 juta atau Rp 84 miliar) pada Kamis (4/7) di salah satu lelang paling kontroversial dalam beberapa tahun. Namun sejauh ini, tidak ada informasi tentang pembeli yang diungkapkan.

Tutankhamun diperkirakan telah menjadi Firaun pada usia sembilan tahun dan meninggal sekitar 10 tahun kemudian. Penggambaran wajah pahatan Firaun yang terkenal itu menunjukkan raja mengambil bentuk dewa Mesir kuno, Amen.

Dengan kondisi rusak sedikit di telinga dan hidung, patung itu berasal dari koleksi pribadi seni Resandro Mesir. Namun para pejabat Mesir menginginkan pelelangan Kamis dihentikan dan harta peninggalan kuno itu kembali ke Mesir.

Pemerintah Mesir telah meminta Kantor Luar Negeri dan Persemakmuran Inggris serta badan budaya Perserikatan Bangsa Bangsa UNESCO untuk campur tangan. Otoritas Mesir menyatakan potongan patung itu kemungkinan telah dipindahkan dari Mesir secara ilegal.

Puluhan demonstran melambaikan bendera Mesir dan mengangkat poster bertuliskan "hentikan perdagangan barang antik yang diselundupkan" dan "sejarah Mesir tidak dijual" di luar ruang penjualan rumah lelang Christie, London, Inggris.

“Benda ini tidak boleh disimpan di rumah. Itu harus di museum. Benda ini adalah sejarah. Itu adalah salah satu raja kami yang paling terkenal,” kata warga negara Mesir bernama Magda Sakr kepada kantor berita AFP.



Sumber: Suara Pembaruan