Bank Dunia Kucurkan US$ 300 Juta untuk Danai Ebola

Bank Dunia Kucurkan US$ 300 Juta untuk Danai Ebola
Foto dokumentasi pada 17 Januari 2019 ini menunjukkan kantor pusat Kelompok Bank Dunia di Washington, DC, AS. ( Foto: AFP / Eric BARADAT )
Natasia Christy Wahyuni / WIR Kamis, 25 Juli 2019 | 13:51 WIB

Washington, Beritasatu.com- Kelompok Bank Dunia, Rabu (24/7), mengucurkan lebih dari US$ 300 juta (Rp 4,1 triliun) untuk meningkatkan dukungan bagi tanggap global kepada epidemi Ebola di Republik Demokratik Kongo.

Pengumuman itu disampaikan setelah Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyatakan wabah saat ini sebagai Keprihatinan Internasional atas Darurat Kesehatan Publik.

“Bersama-sama, kita harus mengambil tindakan segera untuk menghentikan wabah mematikan Ebola yang menghancurkan nyawa dan kehidupan di Kongo,” kata Kepala Eksekutif Bank Dunia Kristalina Georgieva, dikutip dari siaran pers Bank Dunia.

“Masyarakat dan para pekerja kesehatan berada di garis terdepan atas penyebaran ini membutuhkan secepatnya lebih banyak dukungan dan sumber daya dari masyarakat internasional demi mencegah krisis ini memburuk di dalam negara dan menyebar melintasi perbatasan,” tambah Georgieva.

Hibah dan kredit senilai US$ 300 juta itu akan didanai lewat Asosiasi Pembangunan Internasional Bank Dunia (IDA) dan Jendela Tanggap Krisis, yang dirancang untuk membantu negara-negara mengatasi krisis parah dan kembali ke jalur pembangunan jangka panjang.

Paket pendanaan itu akan mengatasi zona-zona kesehatan yang terdampak Ebola di Kongo dan memungkinkan pemerintah, WHO, Badan Pendanaan Anak-anak Perserikatan Bangsa-bangsa (UNICEF), Program Pangan Dunia (WFP), Organisasi Internasional untuk Migrasi (IOM), dan lembaga penerima lainnya untuk meningkatkan tanggapan kesehatan mereka di garis terdepan.

Lembaga sosial itu bisa mendapatkan uang tunai untuk program-program yang mendukung perekonomian lokal dan membantu komunitas lokal yang terinfeksi untuk bertahan dari virus mematikan tersebut.

Kucuran dana US$ 300 juta dari Bank Dunia diumumkan sebagai tambahan dari US$ 100 juta (Rp 1,3 triliun) yang dicairkan oleh Bank Dunia dan Fasilitas Pendanaan Pandemik Darurat (PEF) sebagai respon atas wabah Ebola di Kongo sejak Agustus 2018.



Sumber: Suara Pembaruan