Kapal Migran Terbalik, 115 Migran Tewas Tenggelam

Kapal Migran Terbalik, 115 Migran Tewas Tenggelam
Seorang penjaga pantai Libia berjaga di atas kapal selama penyelamatan 147 imigran gelap yang berusaha mencapai Eropa di lepas pantai kota Zawiyah, 45 kilometer barat ibu kota Libia, Tripoli, pada 27 Juni 2017. ( Foto: AFP / Taha Jawashi )
Unggul Wirawan / WIR Jumat, 26 Juli 2019 | 20:31 WIB

Tripoli, Beritasatu.com- Lebih dari 100 migran dan pengungsi perbatasan Eropa dikhawatirkan tenggelam setelah kapal yang ditumpangi terbalik di lepas pantai Libia, di Laut Mediterania.

Pada Kamis (25/7), juru bicara angkatan laut Libia, Ayoub Qasim, mengatakan kapal itu membawa 250 orang ketika tenggelam tak jauh dari di kota al Khoms, sekitar 120 km sebelah timur ibu kota, Tripoli. Tetapi setidaknya ada 134 migran dan pengungsi dapat diselamatkan.

Namun, pada hari yang sama, Organisasi Internasional untuk Migrasi (IOM) menyatakan di Twitter bahwa lebih dari 150 orang dikhawatirkan tenggelam sementara 145 diselamatkan dan kembali ke Libia setelah insiden tersebut.

“Tragedi Mediterania terburuk tahun ini baru saja terjadi,” kata Komisaris Tinggi PBB untuk Pengungsi Filippo Grandi.

Juru bicara Badan Pengungsi PBB (UNHCR) Charlie Yaxley mengatakan para korban selamat dijemput oleh nelayan setempat dan kemudian dibawa kembali ke pantai oleh penjaga pantai Libia.

“Bangkai kapal terbaru membuat jumlah kematian migran Mediterania menjadi lebih dari 600 orang tahun ini, menempatkan 2019 menjadi tahun keenam berturut-turut dengan lebih dari 1.000 kematian,” kata juru bicara UNHCR Charlie Yaxley.

Libia adalah salah satu titik keberangkatan utama bagi para migran dan pengungsi yang melarikan diri dari kemiskinan dan perang di Timur Tengah dan Afrika dan berusaha mencapai Eropa dengan kapal melalui Mediterania.



Sumber: Suara Pembaruan