Pelaut Tiongkok dan Ukraina Diculik di Perairan Kamerun

Pelaut Tiongkok dan Ukraina Diculik di Perairan Kamerun
Aparat keamanan berjaga di perairan Kamerun pascakasus penculikan dan penyerangan kapal, Kamis (15/8/2019). ( Foto: AFP / Dokumentasi )
Unggul Wirawan / WIR Sabtu, 17 Agustus 2019 | 20:45 WIB

Yaounde, Beritasatu.com- Sembilan pelaut Tiongkok dan delapan pelaut Ukraina telah diculik setelah dua kapal dagang diserang di perairan Kamerun.

Seperti dilaporkan Al Jazeera, Jumat (16/8), serangan terjadi pada Kamis di lepas pelabuhan Douala.

"Tujuh belas orang Tiongkok dan Ukraina diculik, sembilan orang di antaranya adalah warga Tiongkok yang diculik di salah satu kapal," kata seorang pejabat tak dikenal di pelabuhan Douala kepada kantor berita AFP, Jumat.

Kearganegaraan pelaut itu juga dikonfirmasi oleh seorang pejabat keamanan Kamerun, yang berbicara kepada AFP dengan syarat anonim.

Sumber angkatan laut mengatakan pasukan keamanan Kamerun telah meluncurkan pencarian untuk para penculik.

Pada Jumat (16/8), kantor berita Rusia TASS mengutip pernyataan kementerian luar negeri Rusia yang menyatakan bahwa tiga pelaut yang diculik adalah warga negara Rusia. Banyak warga Ukraina juga memegang kewarganegaraan Rusia.

Kementerian mengatakan para diplomat Rusia secara aktif bekerja sama dengan pemerintah Kamerun untuk memastikan pembebasan para korban penculikan.

Di Malaysia, Noel Choong, yang mengepalai Biro Maritim Internasional (IMB), satu badan pengawas, mengatakan 17 pelaut disandera dari dua kapal yang diserang dalam beberapa jam satu sama lain saat kapal berlabuh di Douala.

Choong mengatakan salah satu kapal itu adalah kapal multiguna milik Jerman yang mengibarkan bendera Antigua dan Barbuda.

"Delapan awak diculik dari kapal yang terdiri dari total 12 pelaut Asia dan Eropa," katanya



Sumber: Suara Pembaruan