Robert Mugabe, Tokoh Zimbabwe yang Dikenang Penuh Kontroversi

Robert Mugabe, Tokoh Zimbabwe yang Dikenang Penuh Kontroversi
Presiden Zimbabwe Robert Mugabe berbicara pada konferensi tahunan partai Persatuan Nasional Afrika Zimbabwe (ZANU) di Masvingo, pada 17 Desember. Partai ZANU menunjuk Mugabe sebagai satu-satunya kandidat untuk pemilihan presiden 2018. ( Foto: AFP/Getty Images / EKESAI NJIKIZANA )
Natasia Christy Wahyuni / WIR Minggu, 8 September 2019 | 06:04 WIB

Harare, Beritasatu.com- Semasa hidup, mantan presiden Zimbabwe Robert Mugabe sangat dikenal dunia. Selain pernah dinobatkan sebagai presiden tertua di dunia, juga dikenal dengan pilihan katanya yang sangat berwarna. Mugabe sering melontarkan pernyataan-pernyataan eksentrik, dan kerap menuai kontroversi.

Pada Jumat (6/9) pukul 10.40 waktu Singapura, Robert Mugabe wafat pada usia 95 tahun setelah sakit keras. Sejak April, dia menjalani perawatan intensif di RS Gleneagles, Singapura. Kementerian Luar Negeri Singapura memastikan jenazah Mugabe dikirim pulang ke Zimbabwe.

Mugabe menjadi kepala negara tertua sebelum mengundurkan diri pada 2017. Dia juga satu-satunya pemimpin yang dikenal warga Zimbabwe sejak kemerdekaan tahun 1980.

Sejumlah kutipan terkenal ala Mugabe disampaikan kepada para pemimpin dunia lainnya termasuk para presiden AS seperti George Bush, Barack Obama, dan terakhir Donald Trump. Dia juga tak sungkan mengomentari isu populer, salah satunya homoseksual.

“Boleh saya kataan kepada Presiden AS, Tuan Trump, tolong tiup terompet Anda. Tiup terompet Anda secara musikal ke arah nilai-nilai persatuan, perdamaian, kerja sama, kebersamaan, dialog, yang kita selalu bela,” kata Mugabe saat Sidang Umum Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB) tahun 2017.

Tolak Homoseksual

Mugabe juga secara terang-terangan menolak keberadaan kelompok homoseksual (gay) di negaranya. Tanpa ragu, dia mengkritik PBB yang mencoba memaksakan peraturan hak asasi manusia di sejumlah negara terkait gay.

“Kami terus menolak segala upaya untuk menerapkan 'HAM' yang bertolak belakang dengan nilai, norma, tradisi, dan kepercayaan kami. Kami bukan gay,” kata Mugabe juga dalam Sidang Umum PBB tahun 2015.

Pidato Mugabe langsung mendapatkan reaksi dari peserta sidang, yang sebagian besar tertawa dengan pernyataannya. Mugabe, yang memiliki gaya kepemimpinan diktator, selalu menentang kaum LGBT. Homoseksual juga dianggap ilegal di Zimbabwe, sehingga Mugabe sering menerima kritik tajam dari negara Barat. Terkait homoseksual atau kaum sesama jenis, Mugabe juga pernah melontarkan pernyataan tidak kalah kontroversial saat Mahkamah Agung AS melegalkan pernikahan sesama jenis.

“Saya baru mendengar bahwa Presiden Obama mendukung pernikahan sesama jenis, mempermudah advokasi kaum homoseksual, jika begitu, jika diperlukan, saya akan terbang ke Washington D.C, berlutut di hadapan Obama dan melamarnya,” kata Mugabe.



Sumber: Suara Pembaruan