Rebut 73% Suara Pilpres, Filipe Nyusi Pertahankan Kursi Presiden Mozambik

Rebut 73% Suara Pilpres, Filipe Nyusi Pertahankan Kursi Presiden Mozambik
Presiden Mozambik Filipe Nyusi. ( Foto: France24 / Dokumentasi )
Natasia Christy Wahyuni / WIR Senin, 28 Oktober 2019 | 20:09 WIB

Maputo, Beritasatu.com- Kandidat presiden petahana Mozambik, Filipe Nyusi, berhasil memenangi 73% suara dalam pemilu presideni. Sementara Ossufo Momade, kandidat untuk partai oposisi utama dan mantan gerakan pemberontak Renamo, tertinggal dengan 21,88% suara.

Itu artinya, Nyusi mengamankan kemenangan dalam pemungutan suara yang dituduh partai-partai oposisi dirusak oleh penipuan dan kekerasan. Hasil perhitungan pemilu disampaikan oleh Ketua Komisi Pemilihan Nasional Abdul Carimo dalam konferensi pers, Minggu (27/10).

Selama periode lima tahun kedua, Nyusi dari partai penguasa Frelimo, akan bertanggung jawab untuk mengawasi bom gas yang dipimpin oleh raksasa seperti Exxon Mobil Corp dan Total, memerangi pemberontakan bersenjata, dan melaksanakan kesepakatan damai yang ditanda tangani dua bulan lalu.

Diharapkan, pemungutan suara presiden, legislatif, dan provinsi pada 15 Oktober 2019 bisa menentukan kesepakatan rapuh yang dirancang untuk mengakhiri empat dekade kekerasan antara Frelimo dan Renamo. Namun, pakta itu beresiko runtuh karena partai-partai oposisi menolak hasilnya.

Frelimo menyatakan pemilu berlangsung bebas dan adil. Nyusi secara luas diharapkan menang, tapi tidak dengan selisih besar.

Sementara itu, Daviz Simango dari partai terbesar ketiga, Gerakan Demokratik Mozambik (MDM), mengamankan hanya empat persen suara, dan kurang dari satu persen diraih oleh Mario Albino yaitu pemimpin partai lebih kecil, Amusi.

Simango mengatakan MDM menganggap hasil pemilu “tidak sah dan batal”, serta menuntut audit untuk proses yang diklaim tercemar setelah badan administrasi pemilihan memanipulasi prosesnya sejak awal.

Renamo juga menolak hasil pemilu setelah angka di tempat-tempat pemungutan suara memperkirakan kemenangan besar untuk Nyusi dan Frelimo.



Sumber: Suara Pembaruan