Di Tengah Krisis, Presiden Guinea Bissau Pecat PM

Di Tengah Krisis, Presiden Guinea Bissau Pecat PM
Presiden Guinea Bissau, Jose Mario Vaz ( Foto: AFP / Dokumentasi )
Unggul Wirawan / WIR Rabu, 30 Oktober 2019 | 10:42 WIB

Bissau, Beritasatu.com- Presiden Guinea-Bissau Jose Mario Vaz telah memecat perdana menteri negara Aristide Gomes dan menunjuk yang baru. Pemecatan ini mengintensifkan perebutan kekuasaan yang pahit antara dia dan partai yang berkuasa sebelum pemilihan presiden November 2019.

Seperti dilaporkan Al Jazeera, Selasa (29/10), namun dalam langkah yang memperumit krisis politik di negara Afrika Barat, Aristide Gomes mengatakan dia tidak akan meninggalkan kantor.

Vaz, yang mencalonkan diri lagi dalam pemilihan 24 November, membubarkan pemerintah Senin malam. Pria berusia 61 tahun ini mengatakan situasi politik merusak fungsi normal lembaga-lembaga negara di negara itu.

Dalam satu dekrit pada Selasa (29/10), Vaz menunjuk Faustino Fudut Imbali sebagai perdana menteri. Fudut Imbali bertugas di pos yang sama dari 2000-2003 dan mewakili Partai Manifes Rakyat.

Gomes diajukan untuk pekerjaan oleh Partai Afrika Kemerdekaan Guinea dan Tanjung Verde (PAIGC), yang mengendalikan mayoritas di Parlemen. Dia menegaskan kepada kantor berita Reuters bahwa ia menolak untuk pergi.

"Saya tetap di kantor saya, bekerja," katanya.

Gomes mengatakan perintah Vaz tidak sah sejak masa jabatan presiden secara teknis berakhir pada 23 Juni.

Blok regional Afrika Barat ECOWAS mengumumkan beberapa hari kemudian bahwa Vaz dapat tetap menjabat hingga pemilihan November. Guinea-Bissau telah mengalami ketidakstabilan politik yang berulang sejak merdeka dari Portugal pada 1974, termasuk sembilan kudeta atau percobaan kudeta.



Sumber: Suara Pembaruan