Tanah Longsor di Kamerun, 34 Orang Tewas

Tanah Longsor di Kamerun, 34 Orang Tewas
Warga setempat ikut mengevakuasi korban di kota Bafoussam, Kamerun, akibat bencana tanah longsor setelah hujan lebat, Selasa (29/10). ( Foto: thenews / Dokumentasi )
Unggul Wirawan / WIR Rabu, 30 Oktober 2019 | 14:52 WIB

Yaounde, Beritasatu- Sejumlah 34 orang tewas di kota Bafoussam, Kamerun, akibat bencana tanah longsor setelah hujan lebat. Seperti dilaporkan Al Jazeera, Selasa (29/10), gubernur mengatakan tim penyelamat menjelajahi puing-puing rumah yang rusak untuk menemukan korban.

"Jelas bahwa kita harus meminta orang-orang yang tinggal di daerah ini untuk meninggalkan daerah itu, karena daerah itu sebenarnya sangat berbahaya," ujar Awa Fonka Augustine, gubernur wilayah Barat, kepada Radio Televisi Kamerun (CRTV).

Pada Selasa (29/10), kantor berita Associated Press mengutip Augustine mengatakan bahwa jumlah korban tewas telah meningkat dari 13 menjadi setidaknya 34.

"Kami juga memiliki sedikitnya selusin orang dengan luka parah. Jumlah korban tewas mungkin lebih tinggi karena kejadian itu terjadi di malam hari dan Anda tahu bahwa ada banyak anak di lingkungan ini yang sedang tidur pada saat itu," tambahnya.

Surat kabar Kamerun Tribune yang dikelola pemerintah mengatakan 33 mayat telah ditemukan.

Polisi sedang mencari puluhan orang lagi yang dilaporkan hilang di Bafoussam, sekitar 200 km sebelah utara kota pelabuhan utama Douala, Kamerun.

Dikhawatirkan, setidaknya dua wanita hamil tewas. Pierre Kemvhe, 51, mengatakan istrinya yang sedang hamil masih hilang.

"Istri saya sedang mengandung bayi dan sangat lelah ketika dia pergi tidur ketika saya masih di toko saya tadi malam. Saya belum melihatnya," katanya seperti dikutip oleh AP.

Hujan lebat terus berlanjut setelah akhir musim hujan di Afrika tengah, menyebabkan banjir hebat yang telah menyebabkan hampir 30.000 orang mengungsi di tetangga Kamerun, Republik Afrika Tengah.

Lebih jauh ke timur, di Sudan Selatan, hampir satu juta orang telah terkena dampak banjir besar setelah hujan lebat sejak Juli.



Sumber: Suara Pembaruan