Longsor di Kenya Tewaskan 60 Orang

Longsor di Kenya Tewaskan 60 Orang
Penduduk desa membawa korban tanah longsor di desa Nyarkulian, sekitar 100 km barat laut Kitale, di sub-distrik Pokot Selatan, negara bagian Pokot Barat, Kenya, Sabtu (23/11/2019). ( Foto: AFP / Dokumentasi )
Unggul Wirawan / WIR Senin, 25 November 2019 | 18:24 WIB

Mombasa, Beritasatu.com- Korban tewas akibat tanah longsor di barat laut Kenya telah meningkat menjadi setidaknya 60 orang. Pada Minggu (24/11), seorang pejabat setempat, longsor dipicu hujan lebat yang luar biasa.

Hujan mulai pada Jumat (22/11) hingga Sabtu (23/11) di Kabupaten Pokot Barat, yang berbatasan dengan Uganda, dan memburuk dalam semalam. Hujan lebat menyebabkan banjir dan tanah longsor yang menyapu empat jembatan dan membuat desa-desa tidak bisa diakses melalui jalan darat.

Samuel Poghisio, seorang senator dari negara bagian setempat, mengatakan bahwa 56 orang dipastikan tewas dan sejumlah orang yang tidak diketahui hilang. Pada Sabtu sore, pejabat setempat melaporkan 36 orang tewas.

“Operasi penyelamatan mengalami kendala karena lebih banyak hujan dan kabut,” tulis Poghisio seraya menambahkan bahwa helikopter polisi berjuang untuk mencapai daerah banjir.

Pada Sabtu (23/11), presiden Kenya mengerahkan personel penyelamat dari agen-agen termasuk tentara dan polisi untuk mencoba dan mencegah "korban jiwa lebih lanjut".

Para peneliti telah memperingatkan bahwa pemanasan lautan menyebabkan pola cuaca yang tidak terduga di Afrika Timur.

“Hujan lebat dan banjir telah menewaskan lebih dari 50 orang dan memaksa ratusan ribu orang mengungsi di wilayah itu sejak Oktober,” kata kelompok bantuan, awal bulan ini.

Pada awal November, Departemen Meteorologi Kenya mengatakan Kenya mengalami musim hujan yang lebih berat dari biasanya.



Sumber: Suara Pembaruan