Banjir Bandang di Uganda, 16 Tewas

Banjir Bandang di Uganda, 16 Tewas
Relawan Palang Merah Uganda, mengevakuasi anak-anak dari rumah mereka yang terendam banjir, di kawasan Lira, Uganda, Minggu (8/12/2019) ( Foto: Istimewa )
Unggul Wirawan / JAI Senin, 9 Desember 2019 | 14:16 WIB

Kampala, Beritasatu.com - Banjir bandang yang melanda wilayah Uganda pada Minggu (8/12/2019), menyebabkan sedikitnya 16 orang tewas. Tim penyelamat masih melakukan pencarian karena puluhan warga dilaporkan hilang, diduga tersapu banjir.

Palang Merah Uganda menyatakan relawannya terus menemukan lebih banyak mayat, termasuk beberapa mayat yang tersangkut di pohon kakao di perbukitan Bundibugyo. Relawan menggambarkan peristiwa itu sebagai bencana yang menghancurkan.

“Tim penyelamat telah menemukan mayat para korban yang tewas akibat banjir bandang di wilayah Bundibugyo barat,” bunyi pernyataan Palang Merah Uganda, Minggu (8/12/2019).

BBC melaporkan, banjir bandang dipicu hujan tanpa henti selama beberapa minggu terakhir di hampirn seluruh wilayah Uganda. Pada Sabtu (7/12/2019) dan Minggu (8/12/2019), hujan dengan intensitas tinggi melanda Uganda.

Dijelaskan, banjir bandang menyebabkan rumah-rumah tersapu dan sejumlah jalan tertutup oleh pepohonan dan tiang listrik yang tumbang. Beberapa wilayah di bagian barat Uganda bahkan terisolasi dan tak dapat dihubungi karena jaringan telekomunikasi terputus.

Polisi, militer, relaman badan kemanusiaan dan anggota masyarakat saling bahu-membahu melakukan operasi pencarian dan penyelamatan korban, terutama di daerah yang terkena dampak parah. Mereka juga berupaya memulihkan akses jalan yang tertutup pohon tumbang dan rusak akibat diterjang banjir bandang.

Sebagian besar Afrika timur menderita banjir dan tanah longsor dalam beberapa pekan terakhir. Ratusan orang telah meninggal dan jutaan orang terlantar. Bencana ini telah dikaitkan dengan fenomena cuaca yang tidak biasa di Samudra Hindia.

 



Sumber: Suara Pembaruan