Korban First Travel Keberatan Pengembalian Aset Rp 25 Miliar
INDEX

BISNIS-27 446.563 (0.9)   |   COMPOSITE 5038.4 (20.82)   |   DBX 922.546 (11.18)   |   I-GRADE 135.148 (0.22)   |   IDX30 424.72 (2.48)   |   IDX80 110.692 (0.82)   |   IDXBUMN20 282.764 (1.87)   |   IDXG30 117.102 (1.3)   |   IDXHIDIV20 380.385 (2.52)   |   IDXQ30 124.37 (0.98)   |   IDXSMC-COM 213.267 (2.27)   |   IDXSMC-LIQ 240.075 (3.67)   |   IDXV30 104.022 (1.02)   |   INFOBANK15 809.007 (-5.39)   |   Investor33 370.782 (0.4)   |   ISSI 146.581 (1.48)   |   JII 534.734 (4.37)   |   JII70 181.171 (1.51)   |   KOMPAS100 994.168 (2.43)   |   LQ45 775.543 (4.77)   |   MBX 1400.42 (4.19)   |   MNC36 279.01 (-0.17)   |   PEFINDO25 262.474 (3.1)   |   SMInfra18 238.826 (3.53)   |   SRI-KEHATI 314.013 (-0.58)   |  

Korban First Travel Keberatan Pengembalian Aset Rp 25 Miliar

Rabu, 30 Mei 2018 | 20:34 WIB
Oleh : Aichi Halik / AHL

Depok - Korban penipuan First Travel mengaku keberatan dengan jumlah pengembalian aset First Travel yang hanya berkisar Rp 25 miliar sampai Rp 30 miliar.

Jumlah tersebut dianggap tidak sebanding dengan kerugian yang dialami sebanyak 63 ribu jamaah umrah First Travel.

"Rp 30 miliar itu tidak cukup banget untuk mencover semua 63 ribu jamaah," kata seorang korban First Travel, Rubiah, di Pengadilan Negeri Depok, Jawa Barat, Rabu (30/5).

"Katakanlah kami menerima Rp 30 miliar dibagi 60 ribu jamaah, mungkin satu orang hanya menerima Rp 70 ribu atau Rp 40 ribu. Sedangkan uang yang sudah disetorkan kepada First Travel ada Rp 22 juta lebih per jamaah," imbuhnya.

Para korban juga meminta bos travel kooperatif dan mengakui aset mereka untuk disita sehingga jumlah pengembalian kerugian kepada jamaah lebih besar nilainya.

"Yang terpenting aset, mohon kepada ketiga terpidana kooperatif mengakui dimana aset itu berada, dan memberikan informasi yang benar kepada JPU atau majelis hakim," ujar Rubiah.

Perkumpulan Pengurus Pengelolaan Aset First Travel (PPPAFT) menolak aset First Travel yang dikembalikan jaksa senilai sekitar Rp 25 miliar.

Penolakan itu dikemukakan perwakilan dari PPPAFT Suwindra dan Dewi Gustiana dalam persidangan dengan agenda tuntutan para terdakwa penipuan biro perjalanan umroh First Travel di Pengadilan Negeri Depok, Rabu (30/5).

Dalam penolakan tersebut Dewi membacakan sebuah surat atas nama (PPPAFT) yang meminta hakim agar memerintahkan jaksa melelang asset-asset yang telah disita sebagai barang bukti berupa mobil-mobil dan rumah serta asset lainnya sebagaimana tersebut dalam daftar barang bukti sesuai prosedur yang diperbolehkan hukum untuk dikembalikan kepada jemaah.

[YOUTUBE]https://www.youtube.com/watch?v=J1akW1vgzUg[/YOUTUBE]



Sumber:BeritaSatu TV


BAGIKAN


BERITA LAINNYA

KPK: RKUHP Bakal Lemahkan Pemberantasan Korupsi

KPK memandang bahwa RKUHP akan melemahkan Komisi Pemberantasan Korupsi dan upaya pemberantasan korupsi di Indonesia.

NASIONAL | 30 Mei 2018

Pembangunan Bandara Ahmad Yani, Ganjar Minta Siapkan Rencana B

Ganjar tetap berharap harus disiapkan plan B atau rencana B, untuk mengantisipasi jika ada satu sistem yang tidak tepat maka bandara yang lama digunakan.

NASIONAL | 30 Mei 2018

Sidang Uji UU MD3, Perwakilan DPR Tidak Hadir

Pihak DPR kembali tidak hadir dalam sidang pengujian UU MD3 untuk sepuluh perkara di Mahkamah Konstitusi.

NASIONAL | 30 Mei 2018

Mendagri Pastikan Gudang E-KTP Aman

Kemdagri memastikan lokasi gudang penyimpanan e-KTP aman.

NASIONAL | 30 Mei 2018

Dugaan Korupsi Gubernur NTB, KPK Dapat Tingkatkan Status Laporan

Komisi Pemberantasan Korupsi membuka peluang untuk meningkatkan status dugaan korupsi yang disebut terkait dengan Gubernur Nusa Tenggara Barat.

NASIONAL | 30 Mei 2018

Gus Ipul: Nutrisi Makmur Jadi Solusi Tingkatkan Kesehatan Ibu dan Anak

Kesehatan ibu dan anak menjadi fokus yang bakal diprioritaskan Gus Ipul - Puti.

NASIONAL | 30 Mei 2018

Jaksa Agung: Hingga Mei 2018, 111 Buronan Ditangkap

Jaksa Agung HM Prasetyo menyatakan sampai Mei 2018 kejaksaan sudah menangkap 111 buronan tindak pidana baik tersangka, terdakwa dan terpidana.

NASIONAL | 30 Mei 2018

Dirjen Dukcapil: Persoalan E-KTP Tercecer Sudah Selesai

Dirjen Dukcapil menegaskan bahwa e-KTP yang sempat tercecer sudah diselesaikan.

NASIONAL | 30 Mei 2018

Menhub Anjurkan Mudik Secara Berangsur

Masyarakat diimbau untuk mudik sejak tujuh hari sebelum Idulfitri 1439 H atau Jumat (8/6).

NASIONAL | 30 Mei 2018

Gerindra: Teroris Harus Dilawan dengan Senjata

Gerindra memandang program deradikalisme tidak efektif melawan terorisme.

NASIONAL | 30 Mei 2018


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS