Jokowi Sidak Layanan BPJS Kesehatan di RSUD Subang
INDEX

BISNIS-27 446.563 (0.9)   |   COMPOSITE 5038.4 (20.82)   |   DBX 922.546 (11.18)   |   I-GRADE 135.148 (0.22)   |   IDX30 424.72 (2.48)   |   IDX80 110.692 (0.82)   |   IDXBUMN20 282.764 (1.87)   |   IDXG30 117.102 (1.3)   |   IDXHIDIV20 380.385 (2.52)   |   IDXQ30 124.37 (0.98)   |   IDXSMC-COM 213.267 (2.27)   |   IDXSMC-LIQ 240.075 (3.67)   |   IDXV30 104.022 (1.02)   |   INFOBANK15 809.007 (-5.39)   |   Investor33 370.782 (0.4)   |   ISSI 146.581 (1.48)   |   JII 534.734 (4.37)   |   JII70 181.171 (1.51)   |   KOMPAS100 994.168 (2.43)   |   LQ45 775.543 (4.77)   |   MBX 1400.42 (4.19)   |   MNC36 279.01 (-0.17)   |   PEFINDO25 262.474 (3.1)   |   SMInfra18 238.826 (3.53)   |   SRI-KEHATI 314.013 (-0.58)   |  

Jokowi Sidak Layanan BPJS Kesehatan di RSUD Subang

Jumat, 29 November 2019 | 17:32 WIB
Oleh : Aichi Halik / AHL

Subang, Beritasatu.com - Presiden Joko Widodo (Jokowi) melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke RSUD Ciereng, Kabupaten Subang, Jawa Barat, Jumat (29/11/2019).

Presiden Jokowi ingin mengetahui langsung kualitas pelayanan Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan di rumah sakit tersebut, serta berdialog langsung dengan pasien penerima manfaat.

Jokowi mengatakan, dalam sidak tersebut hampir 90 persen pasien yang ditemui menggunakan Kartu Indonesia Sehat. Dari jumlah tersebut, sekitar 70% merupakan masyarakat penerima bantuan iuran (PBI), dan 20% sisanya peserta mandiri.

"Sama seperti yang di Lampung, kurang lebih angkanya hampir-hampir sama. Artinya apa? Artinya memang masyarakat memanfaatkan kartu BPJS itu dalam rangka pelayanan kesehatan yang diberikan di rumah sakit," kata Jokowi.

Sebagai informasi, Jokowi juga pernah melakukan kegiatan serupa saat melakukan kunjungan kerja ke Provinsi Lampung, Jumat (15/11/2019). Saat itu Presiden Jokowi mengunjungi RSUD Dr. H. Abdul Moeloek di Kota Bandar Lampung.

Soal defisit keuangan yang dialami BPJS, menurut Jokowi, masalah BPJS Kesehatan harus diselesaikan melalui internal perusahaan, terutama dalam mengendalikan defisit. Apalagi, katanya, pemerintah sudah mengeluarkan anggaran yang cukup besar terkait hal itu.

"Yang paling penting harus di selesaikan masalah di BPJS, bukan di rumah sakitnya atau di pemegang kartunya, bagi BPJS bagaimana agar defisit itu bisa dikendalikan. Pemerintah sudah keluar duit sangat besar, 133 juta (orang) yang dicover oleh pemerintah," ujar Jokowi.



Sumber:BeritaSatu TV


BAGIKAN


REKOMENDASI

BERITA LAINNYA



TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS