Pasangan Irna-Tanto Menangi Pilkada Pandeglang

Pasangan Irna-Tanto Menangi Pilkada Pandeglang
Pasangan bakal calon bupati dan wakil bupati Pandeglang Irna Narulita Dimyati dan Tanto Warsono Arban mendeklarasikan diri untuk maju dalam Pilkada serentak Pandeglang Desember 2015 mendatang. Pasangan ini mengkalim didukung oleh 11 parpol. ( Foto: Suara Pembaruan/Laurens Dami )
Laurens Dami / HA Jumat, 18 Desember 2015 | 03:17 WIB

Pandeglang - Pasangan calon (paslon) nomor urut 2 Irna Nuralita-Tanto Warsono Arban yang diusung 9 partai politik (parpol) keluar sebagai pemenang Pilkada Kabupaten Pandeglang.

Kesembilan parpol yang mengusung pasangan ini yakni Partai Persatuan Pembangunan (PPP), Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Partai Gerindra, Partai Golkar, Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura), Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Partai Amanat Nasional, Partai Bulan Bintang (PBB) dan Partai Kesatuan dan Persatuan Indonesia (PKPI).

Berdasarkan hasil rekapitulasi perhitungan suara paslon tingkat Kabupaten Pandeglang , paslon nomor urut 1 Aap Aptadi-Dodo Juanda dari jalur independen memperoleh 103.296 suara, paslon nomor urut 2 Irna Narulita-Tanto Warsono Arban memperoleh 367.547 suara dan paslon nomor urut 3 Ratu Siti Romlah-Yan Riyadi memperoleh 58.438 suara. Total suara sah sebanyak 529.281 suara.

Ketua Pokja Rekapitulasi Suara KPU Pandeglang Abdurohim, pada acara rekapitulasi suara tingkat kabupaten, di Pandeglang, Kamis (17/12) mengatakan rekapitulasi perhitungan suara di tingkat kabupaten telah selesai dan sudah diterima oleh semua pihak dan disetujui.

Sementara itu, Ketua KPU Kabupaten Pandeglang, Ahmad Suja’i, mengatakan bahwa penetapan ini sebagai dasar untuk menetapkan calon terpilih, yang akan dilaksanakan 21 Desember mendatang.

“Setelah pleno hari ini, masing-masing paslon diberikan waktu 3×24 Jam untuk pengajuan gugatan. Bila dalam waktu yang sudah ditentukan tidak ada gugatan, maka akan ditetapkan sebagai calon terpilih pada 21 Desember mendatang,” kata Suja’i.

Usai menetapkan hasil rekapitulasi suara, komisioner KPU dan saksi didampingi Panwaslu membubuhkan tanda tangan pada form DB 1-KWK.

Berdasarkan pantauan, dua paslon tidak mengutus saksi dalam rekapitulasi suara tingkat kabupaten yang diselenggarakan KPU Pandeglang.

Tiga kursi yang disediakan oleh KPU hanya terisi di kursi paslon nomor urut 2 Irna–Tanto. Sedangkan paslon nomor urut 1 Aap Aptadi – Dodo Juanda dan paslon nomor urut 3 Ratu Siti Romlah – Yan Riyadi tidak terisi.

Dari informasi yang dihimpun di lokasi, paslon nomor urut 1 sehari sebelumnya sudah mendatangi KPU untuk memberitahukan ketidakhadirannya dalam proses rekapitulasi. Sementara itu, paslon nomor 3 sampai dengan acara dimulai tidak memberikan konfirmasi alasan ketidakhadiran.

Ketua KPU Banten Agus Supriatna tidak mempermasalahkan ketidakhadiran saksi tersebut karena dalam Peraturan KPU ketidakhadiran saksi paslon pada pleno rekapitulasi tidak bisa mengganggu pleno.

“Ketidakhadiran saksi dari paslon itu tidak mempengaruhi hasil pleno rekapitulasi perhitungan suara di tingkat kabupaten. Pleno rekapitulasi terbuka untuk umum,” kata Agus.

Karangan Bunga Ucapan Selamat Kubu KMP
Kemenangan paslon Irna-Tanto mendapat ucapan selamat dari dua ketua umum partai di kubu Koalisi Merah Putih (KMP), yakni Ketua Umum DPP PPP Djan Farid hasil Muktamar Jakarta dan Ketua Umum DPP Partai Golkar Munas Bali, Abu Rizal Bakrie.

Ucapan selamat dari kedua ketua umum parpol tersebut disampaikan melalui karangan bunga bertuliskan,
‘Selamat kepada Irna-Tanto atas Keputusan Pleno KPUD sebagai Bupati dan Wakil Bupati Pandeglang terpilih periode 2016-2021’.

Karangan bunga ini dipasang di depan rumah makan S Rizky tempat konferensi pers pasangan Irna-Tanto menyambut hasil perolehan rekapitulasi suara oleh KPU Pandeglang.

Calon Bupati, Irna Narulita mengucapkan terima kasih kepada sembilan partai pengusung dan pendukung yang memenangkan dirinya dalam perhelatan Pilkada 9 Desember lalu.

“Saya ucapkan terimakasih kepada partai pengusung dan tim kampanye yang telah memberikan strategi, sehingga memenangkan perolehan suara dalam Pilkada,” kata Irna.

Sumber: Suara Pembaruan