Kemenangan Pilgub DKI Ada di Tangan Undecided dan Swing Voters

Kemenangan Pilgub DKI Ada di Tangan Undecided dan Swing Voters
Contoh surat suara Pilgub DKI Jakarta. (Foto: Antara)
Lenny Tristia Tambun / FMB Kamis, 19 Januari 2017 | 20:28 WIB

Jakarta - Direktur Eksekutif Poltracking Indonesia, Hanta Yuda AR mengatakan penentu kemenangan dalam pelaksanaan Pemilihan Gubernur (Pilgub) DKI 2017 ada di tangan undecided voters atau pemilih yang belum menentukan pilihan dan pemilih yang masih belum mantap atau masih mungkin berubah (swing voters)

“Yang menentukan kemenangan Pilgub DKI 2017 adalah kelompok undecided voters dan swing voters. Sebaliknya pemilih yang sudah mantap atau tidak akan berubah pilihan (strong voters) sudah sulit berubah pilihannya,” kata Hanta dalam acara Penyampaian Temuan Survei Poltracking Indonesia di Hotel Oria, Sabang, Jakarta Pusat, Kamis (19/1).

Berdasarkan survei yang ia lakukan selama tanggal 9 hingga 13 Januari 2017, pasangan calon nomor satu, Agus Harimurti Yudhoyono-Sylviana Murni memiliki tingkat elektabilitas sebesar 30,25 persen. Disusul pasangan calon nomor dua, Basuki Tjahaja Purnama-Djarot Saiful Hidayat sebesar 28,88 persen dan terakhir pasangan calon nomor tiga, Anis Baswedan-Sandiaga Uno sebesar 28,63 persen.

Sedangkan responden yang belum menentukan pilihan sekitar 12,24 persen. Angka undecided voters atau swing voters ini cukup besar. Sehingga, ketiga pasangan calon ini harus bekerja keras untuk meraih hati mereka untuk mencoblos salah satu dari ketiga paslon saat hari pencoblosan pada 15 Februari.

“Paslon yang paling banyak meraih kelompok undecided voters dan swing voters ini lah yang akan memenangi Pilgub DKI. Makanya tadi saya bilang, kemenangan Pilgub DKI ada di tangan kedua kelompok ini,” ujarnya.

Tim Pemenangan Ahok-Djarot, Maruara Sirait mengatakan hasil survei yang dirilis Poltracking Indonesia menjadi catatan penting bagi Ahok-Djarot dan seluruh tim pemenangan dan keempat partai politik pendukungnya.

“Kenaikan tingkat elektabilitas Ahok-Djarot menjelang hari pencoblosan, karena masyarakat menilai, Ahok sudah banyak berubah. Sudah lebih santun berbicara. Itu dari kelompok masyarakat psikologis. Kalau dari masyarakat rasional, mereka lebih melihat kinerja. Jadi kami hormati hasil survei ini, meski Ahok-Djarot belum nomor satu dalam survei ini,” kata Maruara.

Sementara itu, Tim Sukses Anies-Sandi, Reza A Patria menegaskan paslon nomor tiga optimistis akan mampu memenangi putaran pertama Pilgub DKI dan masuk dalam putaran kedua. Hal itu terbukti dengan adanya kenaikan elektabilitas Anies-Sandi yang begitu tajam dalam bulan Januari ini dibandingkan November tahun lalu.

“Coba lihat hasil surveinya, saat simulasi putaran kedua, kalau dihadapkan head to head dengan Agus-Sylvi maupun Ahok-Djarot, pasangan Anies-Sandi tetap menang. Jadi siapa pun lawannya, Anies-Sandi pasti menang,” ujarnya.

Berdasarkan hasil survei Poltracking Indonesia dalam simulasi dua pasangan kandidat cagub dan cawagub, Anies-Sandi mencapai 36,13 persen unggul tipis dari Agus-Sylvi sebesar 33,75 persen. Begitu juga saat dihadapkan dengan Ahok-Djarot, lagi-lagi elektabilitas Anies-Sandi mencapai 45,25 persen mengungguli Ahok-Djarot yang mencapai 30,63 persen.



Sumber: BeritaSatu.com