Debat Terakhir Akan Menjadi Penentu Pilihan Undecided Voters

Debat Terakhir Akan Menjadi Penentu Pilihan Undecided Voters
Sosiolog Hikmat Budiman (kiri), Direktur Populi Center Usep S Ahyar dan Peneliti Senior LIPI Prof. Dr. Syamsuddin Haris, berdialog dalam diskusi bertajuk "Dinamika Pilgub Pasca Debat Kandidat", di Gedung Widya Graha LIPI, Jalan Gatot Subroto, Jakarta Selatan. (Foto: Beritasatu.com/Bayu Marhaenjati)
Mimi Kartika / FMB Kamis, 19 Januari 2017 | 20:37 WIB

Jakarta - Sosiolog sekaligus Ketua Yayasan Interseksi Hikmat Budiman mengatakan debat kandidat Pilkada DKI Jakarta putaran akhir akan paling memengaruhi pemilih yang belum menentukan pilihan. Melalui debat pertama, pemilih masih menimbang visi dan misi calon gubernur dan wakil gubernur.

"Debat terakhir yang menentukan swing voters maupun undecided voters karena orang masih wait and see," kata Hikmat Budiman.

Hal ini disampaikan dalam diskusi Perspektif Jakarta dengan topik "Dinamika Pilgub PascaDebat Kandidat" di Gedung Widya Graha LIPI lantai 5, Jl. Jendral Gatot Subroto 10, Jakarta Selatan, Kamis (19/1).

Menurut Hikmat, ada beberapa faktor yang dapat memengaruhi undecided voters, antara lain kondisi cagub atau cawagub saat ini. Seperti cagub petahana Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) yang menjalani persidangan kasus dugaan penistaan agama. Serta cawagub nomor satu Sylviana Murni yang akan dipanggil Bareskrim Polri terkait dugaan korupsi dalam kasus dugaan korupsi dana bantuan sosial (bansos) Pemerintah Provinsi DKI Jakarta kepada Kwarda Gerakan Pramuka 2014 dan 2015.

"Akan ada banyak faktor yang berpengaruh pada keputusan pemilih, kecuali loyal voters," kata Hikmat.

KPUD DKI Jakarta rencananya akan melangsungkan debat ketiga pada 10 Februari 2017. Setelah debat terakhir itulah, undecided voters akan menentukan pilihan atau tidak memilih.

"Debat terakhir undecided yang memutuskan memilih atau golput," tutur Hikmat.



Sumber: BeritaSatu.com