Calon Kepala Daerah PDIP Wajib Ikut Sekolah Partai Secara Virtual

Calon Kepala Daerah PDIP Wajib Ikut Sekolah Partai Secara Virtual
Hasto Kristiyanto. (Foto: Suara Pembaruan / Joanito De Saojoao)
Markus Junianto Sihaloho / CAR Kamis, 16 Juli 2020 | 10:56 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Para calon kepala daerah yang akan diumumkan DPP PDI Perjuangan (PDIP), Jumat (17/7/2020), akan diwajibkan mengikuti sekolah partai. Sekolah partai yang biasanya dilaksanakan secara fisik di Wisma Kinasih, Depok, Jawa Barat, kali ini dilaksanakan virtual memanfaatkan teknologi virtual.

Sekretaris Jenderal PDIP, Hasto Kristiyanto mengatakan pihaknya menyadari sepenuhnya bahwa pandemi Covid-19 telah membawa dampak pada perikehidupan rakyat. Hasto menyatakan seluruh Tiga Pilar Partai (struktur, eksekutif, dan legislatif) diinstruksikan untuk bekerjasama dan mendukung sepenuhnya kebijakan Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Ma’ruf Amin.

Demikian halnya seluruh pasangan calon kepala daerah dan calon wakil kepala daerah, wajib mengedepankan semangat kemanusiaan dan kerakyatan dalam seluruh tahapan pilkada guna membantu rakyat yang terkena dampak akibat Covid-19.

Tanggung jawab Tiga Pilar Partai dan seluruh paslon kepala daerah tersebut akan ditegaskan kembali pada saat pengumuman. PDIP terus menegaskan komitmennya di dalam menyiapkan paslon terbaik.

“Selain pengumuman dilakukan secara daring, PDI Perjuangan juga akan menyelenggarakan sekolah Partai melalui teleconference,” kata Hasto dalam keterangannya, Kamis (16/7/2020).

Hasto menjelaskan, berbeda dengan partai lain, PDIP telah memiliki tradisi sekolah partai bagi calon kepala daerah dan calon wakil kepala daerah.

“Sekolah Partai akan dibuka oleh Ketua Umum Partai, Ibu Megawati Soekarnoputri, dan menghadirkan pengajar di tingkat nasional dari DPP Partai, Ketua DPR, Para Menteri, dan para kepala daerah dengan prestasi yang membanggakan,” ujar Hasto.

Sekolah partai juga akan menghadirkan pengajar khusus berkaitan dengan strategi, komunikasi politik, dan lain-lain. Hal ini yang membuat PDIP tercatat sebagai partai dengan tingkat keberhasilan tertinggi dibandingkan partai lain.

Hasto mengatakan PDIP menjadikan Pilkada sebagai ajang makin memantapkan konsolidasi partai, khususnya mekanisme kelembagaan di dalam menyiapkan pemimpin yang sistemik.

“Keberhasilan Pilkada sangat ditentukan oleh berapa banyak kader Partai yang terpilih. Meskipun demikian, Pilkada ini adalah pemilunya rakyat. Manakala tidak ada kader dengan kemampuan elektoral memadai, PDI Perjuangan juga membuka diri dari kalangan profesional, wiraswasta, tokoh masyarakat dan lain-lain,” ucap Hasto.



Sumber: BeritaSatu.com