ITF Sunter Ditargetkan Beroperasi 2016

ITF Sunter Ditargetkan Beroperasi 2016
Ilustrasi Pengolahan Sampah ( Foto: ANTARA FOTO / Istimewa )
Lenny Tristia Tambun Senin, 29 Juli 2013 | 14:55 WIB

Jakarta - Kendati belum diputuskan pemenang lelang, Dinas Kebersihan DKI Jakarta menargetkan Intermediate Treatment Facilities (ITF) Sunter akan beroperasi pada tahun 2016.

Kepala Dinas Kebersihan DKI Jakarta Unu Nurdin mengatakan, nasib kelanjutan pembangunan ITF Sunter akan dipastikan pada pekan depan. Saat ini, pihaknya sedang menyusun laporan evaluasi pelaksanaan lelang serta dokumen teknis dan dokumen harga.

“Sekarang tinggal menyusun laporan untuk disampaikan ke Gubernur. Proses lelang investasi ini diikuti dari 30 perusahaan, lalu tinggal 14, hingga akhirnya tinggal dua. Pemenangnya hanya satu perusahaan. Pihak yang memutuskan adalah Gubernur,” kata Unu di Balai Kota DKI, Jakarta, Senin (29/7).

Dari hasil lelang investasi yang dilaksanakan telah keluar dua calon pemenang lelang yaitu PT Wiraguna Gulfindo Sarana dan PT Phoenix Pembangunan Indonesia. Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo akan memutuskan salah satu dari dua perusahaan ini yang akan membangun ITF Sunter.

Tetapi bisa saja, lanjutnya, terbuka peluang tidak ada pemenang lelalng ITF Sunter. Artinya, dari dua perusahaan yang diajukan Dinas Kebersihan, ternyata tidak ada satu pun yang dipilih oleh Gubernur. Kalau sudah seperti ini, maka lelang investasi akan diulang kembali.

“Belum tentu ada pemenangnya. Kalau Gubernur menolak, maka kita akan ulang pengadaan lelangnya, diikuti uji kelayakan, cek lagi. Tergantung kita siapkan bahan selengkapkanya kepada Gubernur,” tuturnya.

Kendati demikian, pihaknya mengharapkan pemenang segera ditentukan Gubernur sehingga penandatangan kontrak kerja sama segera dilakukan pada tahun ini. Konstruksi fisik pembangunan ITF ditargetkan dapat rampung sekitar 2,5 tahun. Sehingga tahun 2016 sudah dapat beroperasi untuk menampung dan mengolah sampah dalam kota Jakarta.

Bila kontrak sudah ditandatangani, maka tahap pembangunan fisik akan dimulai dengan pembuatan Detail Engineering Design (DED). Dilanjutkan dengan perencanaan aplikasi, pengadaan barang dan pembangunan fisik.

“Pembangunan ITF Sunter berdasarkan investasi dari investor. Investasi sebesar Rp 1,4 triliun dengan pembayaran tiping fee maksimal Rp 400 ribu,” papar Unu.