Lelang Parking Meter Dimulai Desember

Lelang Parking Meter Dimulai Desember
Ilustrasi penertiban parkir liar dengan cara mengempeskan ban mobil (Foto: ANTARA FOTO / Indrianto Eko Suwarso)
Lenny Tristia Tambun / MUT Kamis, 28 November 2013 | 19:21 WIB

Jakarta - Dalam menerapkan kebijakan pembatasan kendaraan bermotor pribadi, Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI akan menerapkan sistem parking meter. Rencananya, lelang parking meter akan diadakan pada Desember 2013 dan diharapkan dapat beroperasi pada April 2014.

Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja (Ahok) mengatakan proses lelang parking meter disiapkan oleh Unit Pengelola Perparkiran Dinas Perhubungan DKI Jakarta. Rencananya, proses lelang akan dilaksanakan pada Desember ini.

“Lalu selama dua hingga tiga bulan akan dilakukan penataan parking meter di parkir on street Jakarta diharapkan, Februari atau Maret harus sudah selesai pemasangan alatnya. Kemudian April sudah mulai ada di Jakarta,” kata Basuki di Balai Kota DKI, Jakarta, Kamis (28/11).

Untuk kesiapan legal penerapan parking meter ini, mantan Bupati Belitung Timur ini lebih memilih meniru kota-kota di negara maju yang telah menerapkan sistem ini terlebih dahulu.

“Sudah siap itu legalnya. Nyontek saja di negara maju, pusing amat. Dunia ini nggak ada barang baru. Semua barang sudah ada, tinggal nyontek saja. Kan sudah ada di banyak tempat,” ujarnya.

Sistem parking meter merupakan perangkat yang digunakan sebagai pembayaran jasa parkir kendaraan di bahu jalan (on street) untuk waktu terbatas. Parkir meter juga digunakan untuk menerapkan kebijakan parkir terintegrasi dengan jalan yang terkait dengan lalu lintas dan kebijakan mobilitas manajemen.

Sistem tersebut sudah diterapkan di kota-kota besar di negara berkembang maupun maju. Seperti di Boston, Oklahoma, Houston, New York, Chicago, Long Angeles, dan di kota-kota China.

Mengenai tarif parkir on street yang akan menggunakan parking meter, ditentukan per jam berdasarkan zonasi. Jadi ada zonasi yang harga parkirnya Rp 3.000 per jam, Rp 4.000 per jam hingga Rp 8.000 per jam.

“Intinya itu kita ingin menahan Anda tidak parkir, supaya Anda lepaskan mobil Anda lebih jauh, lalu naik bus. Ini yang ditengah-tengah kota kan bikin macet, jadi harus mahal tarif parkirnya. Kalau nggak diterapkan, bisa jadi pegawai saja mau makan siang bawa mobil, padalah ada bus gratis. Itu konsepnya,” paparnya.

Menurutnya, kawasan Kelapa Gading akan dilakukan uji coba sistem parking meter di rumah toko (ruko) yang memiliki ruas atau lahan parkir on street. Akan dimulai di sepanjang 1.500 meter hingga 2.000 meter di Jalan Boulevard. Parking meter juga akan ditetapkan di Pasar Baru.