Jababeka Kembali Garap Senior Living

Jababeka Kembali Garap Senior Living
Senior Living DKayangan dari Jababeka. ( Foto: Jababeka )
Lona Olavia Sabtu, 14 Februari 2015 | 16:50 WIB

Jakarta - Proyek properti Senior Living D'Khayangan, Cikarang, Jawa Barat bakal diperluas ke Tanjung Lesung dan Morotai pada tahun ini. Proyek ini digarap oleh Jababeka Longlife City, perusahaan patungan PT Jababeka Tbk dengan Long Life Holding, Co.Ltd, Jepang. Operator tersebut telah mengelola proyek sejenis di sebanyak 20 lokasi di Jepang.

Selain telah berada di kawasan Cikarang, dan tahun ini Tanjung Lesung dan Morotai, Presiden Direktur PT Jababeka Tbk Setiono Djuandi Darmono mengatakan, pihaknya akan mengembangkannya lagi di 100 kota baru yang akan dibuatnya.

"Kita menuju industrialisasi 25 tahun lagi, tinggal di kota, anak dua, sehingga mau tak mau kita ikuti tren Korea, Jepang di mana jumlah orang tuanya lebih banyak daripada anak muda," ujarnya di Jakarta, Sabtu (14/2).

Darmono menjelaskan, proyek Senior Living saat ini telah berada di kawasan Cikarang di atas lahan seluas delapan hektare (ha). Proyek yang dibangun sejak Februari 2013 ini, telah mengoperasikan 40 unit apartemen dan villa. Senior Living di Kota Jababeka tersebut dirancang sebagai hunian bagi para lanjut usia (lansia). Total lansia di atas 60 tahun yang dapat diakomodasi mencapai 400 orang. "Saat ini sudah ada beberapa yang menempati kebanyakan lansia dari Jakarta, ada juga yang dokter, orang Jepang," ucapnya.

Kehadiran proyek tersebut, lanjutnya, bagian dari inovasi yang dikembangkan Jababeka untuk memenuhi kebutuhan masyarakat di Indonesia. Senior Living @ D'Khayangan dilengkapi beragam fasilitas, seperti pelayanan restoran, ruang konsultasi, terapi, ruang aktivitas, salon, spa, dan karaoke.

Menurut dia, Senior Living @D'Khayangan akan memberikan alternatif lain dalam menikmati wellness travel destination. Mereka yang datang ke area ini dapat menyaksikan penampilan budaya Indonesia, termasuk bermain dan menikmati musik, menikmati tarian serta menikmati kerajinan tangan tradisional Indonesia. "Selain orang Indonesia, kami juga incar orang asing. Senior living potensi besar bagi Indonesia untuk menumbuhkan sektor ekonomi baru karena kesenjangan sosial dunia tinggi. Di mana, negara maju sudah biasa punya senior living tapi mahal sekali, sedangkan kita masih murah," kata dia.

Menurut Darmono, untuk membangun proyek ini diperkirakan menelan investasi Rp 1 triliun. Kelak, di dalam proyek ini tersedia apartemen dan vila yang mampu menampung 400 lansia berusia di atas 60 tahun.

Dia menjelaskan, pembangunan Senior Living @ D'Khayangan dilakukan secara bertahap dan diperkirakan selesai seluruhnya pada 2016. Total luas lahan yang dipakai mencapai delapan hektare di kawasan Cikarang, Jawa Barat. Pada tahap awal, katanya, Jababeka menyediakan sebanyak 38 apartemen dan empat villa. Seluruh unit tersebut akan mulai beroperasi pekan ini. Seluruh apartemen tersebut dipasarkan secara sewa (leased) dengan sistem keanggotaan (membership).

Perseroan menerapkan tarif keanggotaan senilai Rp 1,8 miliar hingga Rp 2,4 miliar selama seumur hidup. Setiap lansia yang menempati hunian di D'Kahyangan mendapatkan fasilitas seperti care center, restoran, konsultasi, dan terapi penunjangnya. "Jadi para lansia yang tinggal terjamin perawatannya selama 24 jam penuh, bahkan yang menempati villa akan mendapatkan private service," papar Darmono.

Sumber: Suara Pembaruan