Ini Cerita Aparat Polda Metro Amankan Tradisi Mudik

Ini Cerita Aparat Polda Metro Amankan Tradisi Mudik
Aparat Polda Metro Jaya mengikuti apel pengamanan Lebaran, Kamis 30 Juni 2016. ( Foto: Antara )
Bayu Marhaenjati / WBP Sabtu, 2 Juli 2016 | 13:03 WIB

Kegiatan mudik, berkumpul dan bersilahturahmi bersama keluarga di kampung halaman pada saat hari raya Idul Fitri, merupakan tradisi masyarakat Indonesia. Aktivitas masyarakat meningkat. Pusat perbelanjaan serta tempat wisata ramai dikunjungi. Peningkatan ini tentunya menyebabkan lonjakan pergerakan orang, barang, perekonomian, dan mobilitas transportasi.

Kalau tidak dikelola dengan baik, dapat menjadi embrio permasalahan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas), serta keamanan, keselamatan, ketertiban, kelancaran lalu lintas (kamseltibcar lantas), sebelum, pada saat, maupun setelah Lebaran.

Merespons itu, Polda Metro Jaya menyiapkan sejumlah langkah agar situasi kondusif, sehingga masyarakat bisa merayakan Idul Fitri dengan aman, nyaman, tertib, dan khidmat. Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Metro Jaya Komisaris Besar Polisi Awi Setiyono mengatakan, sebanyak 6.984 personel dikerahkan melakukan pengamanan dan pengaturan lalu lintas. Mereka disebar di sejumlah titik kerawanan seperti tempat wisata, pusat perbelanjaan, stasiun, terminal, pelabuhan, bandara, dan lainnya, untuk mengantisipasi tindak kejahatan.

"Kami sudah melakukan Apel Gelar Pasukan Operasi Ramadniya, tanggal 30 Juni 2016 kemarin. Operasi Ramadniya dilaksanakan tanggal 30 Juni sampai 15 Juli mendatang. Ada 6.984 yang dikerahkan Polda Metro Jaya untuk melakukan pengamanan," ujar Awi kepada Beritasatu, Sabtu (2/6).

Dikatakan Awi, Polda Metro Jaya dan polres jajarannya membangun 14 pos. Kemudian, ada 88 pos pengamanan di sejumlah titik, 27 pos pelayanan terdiri dari pos polisi dan pos pelayanan masyarakat, misalnya bengkel kendaraan bermotor, produk minuman dan makanan. "Kami juga bangun pos check point, kita gelar di Kalimalang sampai Kedung Waringin. Gunanya, untuk istirahat pemudik yang menggunakan sepeda motor, dikumpulkan, kemudian kami kawal sampai perbatasan," ungkapnya.

Awi menyampaikan, selain pengamanan operasi khusus Ramadniya, Polda Metro Jaya juga menggelar operasi rutin. Pertama, operasi khusus yang langsung melakukan pengamanan puasa, Lebaran, arus mudik, dan arus balik. Kedua, peningkatan kegiatan rutin kepolisian untuk mengantisipasi pencurian rumah kosong, tindak kejahatan pencopetan, pencurian dengan kekerasan, pencurian kendaraan bermotor, dan lainnya.

Ia menyampaikan, peran masyarakat sangat dibutuhkan untuk melakukan pengamanan. Diimbau kepada masyarakat yang mudik untuk melapor ke tetangga, RT/RW, sekuriti, kemudian diteruskan ke polsek agar dilakukan patroli di lokasi. "Kami imbau juga pastikan rumah dalam keadaan aman, gas dimatikan. Regulator dicopot, listrik off, pastikan kunci rumah, pintu, jendela aman, kalau perlu digembok dua. Mobil cek kelaikannya, diperiksa ke bengkel apakah ada gangguan atau tidak. Hati-hati di jalan, karena keluarga menunggu di kampung halaman," tandasnya.

Sementara itu, Kepala Subdirektorat Pembinaan dan Penegakan Hukum Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya AKBP Budiyanto menuturkan, ruas jalan yang ramai dilalui pemudik di wilayah hukum Polda Metro Jaya adalah Jalan Kalimalang, Jalan Raya Bogor, Jalan Daan Mogor, dan Jalan Tol Jakarta-Cikampek. Guna mengantisipasi, polisi memberlakukan rekayasa arus lalu lintas, sesuai dengan situasi dan kondisi di lapangan. "Langkah antisipasi kemacetan sama dengan libur panjang lainnya, lihat situasi di lapangan. Mungkin nanti ada contra flow, pengalihan dan sebagainya. Melihat situasi yang berkembang," jelasnya.

Menyoal di jalan tol, Budiyanto menuturkan, kendati sudah mulai macet, namun hingga hari ini situasinya belum signifikan. Memang terjadi penumpukan di beberapa loket gerbang tol, namun masih dalam kategori normal. "Belum terlalu macet. Nanti kalau padat, kita lihat situasi juga apakah contra flow, buka-tutup rest area, dan lainnya. Diprediksi puncak arus mudik terjadi pada H-3, H-2 dan H-1," katanya.

Berdasarkan data Operasi Ketupat tahun lalu, jumlah kecelakaan lalu lintas masih cukup tinggi sebanyak 3.048 kasus dengan jumlah korban meninggal dunia 646 jiwa, luka berat 1.057 jiwa dan luka ringan 3.891 jiwa, di seluruh Indonesia.

Ihwal apa langkah Polri menekan angka kecelakaan, Budiyanto menjelaskan, pihaknya menggelar kegiatan mulai dari preemtif, preventif dan penegakan hukum. Preemtif, artinya sosialisasi mudik aman-selamat kepada para pemudik yang menggunakan kendaraan pribadi mobil, sepeda motor maupun angkutan umum. "Kemudian, diberikan imbauan sebelum berangkat periksa kelaikan kendaraan, surat-surat kendaraan (SIM dan STNK), keadaan fisik pemudik, patuhi rambu-rambu larangan, rambu-rambu perintah, kecepatan, cara menaikan orang dan barang yang benar," terangnya.

Apabila mengalami kecelakaan, agar bersikap tenang atau tidak panik. "Segera menghubungi polisi atau petugas keamanan untuk mendapatkan bantuan pertolongan," tambahnya.

Menurutnya, polisi juga melakukan penjagaan di tempat-tempat rawan pelanggaran dan kecelakaan. "Kami lakukan penjagaan dan pengaturan di lokasi rawan pelanggaran dan kecelakaan. Lalu ada pos pengamanan, pos pelayanan, check poin, dan terakhir melakukan penegakan hukum," jelasnya.

Terkait penegakan hukum, selama dua hari pelaksanaan Operasi Ramadniya tanggal 30 Juni sampai 1 Juli 2016, Ditlantas Polda Metro Jaya mencatat telah menilang 3.919 kendaraan dan melakukan 3.834 teguran. "Barang bukti yang disita 1.519 SIM, 2.392 STNK dan delapan sepeda motor. Kendaraan yang melakukan pelanggaran 85 bus, 275 mikrolet, 69 metromini, 197 taksi, 158 kendaraan barang, 455 kendaraan pribadi, dan 2.680 sepeda motor," sebutnya.

Ia menambahkan, selama dua hari telah terjadi 28 kecelakaan dengan jumlah korban sebanyak 35 orang. "Korban meninggal dunia enam orang, luka berat 11 orang dan luka ringan 18 orang. Kendaraan yang terlibat kecelakaan 24 sepeda motor, satu kendaraan umum, 10 mobil pribadi, dan tujuh kendaraan barang. Kerugiannya, sekitar Rp 42 juta," tandasnya.

Sumber: BeritaSatu.com